Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Lima desa di Tanjab Timur, hingga kini belum miliki akses penghubung jalur darat menuju kota Kecamatan Mendahara. Ini menjadi keluhan bagi warga.
Pasalnya, sulitnya menggunakan transportasi air pada jam yang berbatas, membuat aktifitas warga sehari-hari terbtas pada jadwal beroperasinya transportasi air.
BACA JUGA :Â Lima Desa di Tanjabtim Belum Miliki Akses Jalur Darat, Begini Komentar Bupati Romy
Lima desa yang belum koneksi akses darat yakni, Desa Bakhti Idaman, Mendahara Tengah, pangkal duri, pangkal duri ilir dan desa sinar kalimantan.
“Sekarang ini masih tergantung jam beroperasinya kendaraan air, kalau sudah lewat jamnya, terpaksa nytar lagi dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar,â€ungkap Ali Muratib, salah seorang warga Desa Mendahara Tengah.
Ali mencontohkan, seperti dari Mendahara Tengah menju Desa Pematang Rahim (simpang kiri,red) jadwal berangkatnya dari mendahara jam 05.30 WIB paling lambat, lewat dari jam tersebut sudah nyatar spead boat dengan biaya Rp500 ribu. Sedangkan berangkat ke kota Kecamatan mendahara, paling lambat keberangkatan jam 08.30 WIB, lewat dari jam tersebut juga nyatar dengan biaya mencapai Rp 300 ribu.
“Sangat ketergantungan sekali kami dengan kendaraan air, dan kalau ada keperluan mendadak, atau rapat di kantor camat, atau ke kabupaten mau tidak mau menyatar kendaraan hingga dua kali, kendaraan air nyatar, kendaraan darat juga nyatar,â€tuturnya. (oni)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com