Ilustrasi SAD. Foto: Dok Jambiupdate
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi terserang wabah penyakit campak. Kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa bulan terakhir sejak terjadinya bencana banjir.
Menurut Asisten Program Pemberdayaan Suku Adat Marginal KAKI Warsi Jambi, Ade Chandra mengatakan, untuk SAD yang terkena penyakit campak, ada sekitar 47 SAD yang tergabung di 3 (Tiga) Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tebo.
Dengan kondisi cuaca pada musim penghujan sekarang ini, lanjut Ade, tentu sangatlah menderita bagi sekelompok orang rimba dengan adanya bencana banjir tersebut.
"Karena masih banyak sebagai orang rimba yang hidupnya di pinggiran sungai dan di pinggiran pinggiran jalan dan ada juga yang kehidupan mereka di dalam perkebunan sawit milik perusahaan dan lahan lahan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Untuk saat ini, dikatakannya ada juga yang sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Rumah Sakit Hamba Batanghari dan Rumah Sakit Sarolangun.
“Mayoritas yang terkena penyakit campak tersebut adalah kalangan anak-anak, yang terdiri dari orang rimba di daerah Sepintun Sarolangun, Orang Rimba di Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tebo,†pungkasnya. (wan)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com