Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Sumur minyak ilegal yang ada di Kabupaten Sarolangun ternyata tak hanya ada 45 lubang. Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Kecamatan, ternyata lubang sumur minyak illegal itu bertambah menjadi 70 lubang.
Tak tanggung-tanggung, berdasarkan data yang diperoleh jambiupdate di Dinas ESDM Provinsi Jambi, dari aktivitas Ilegal drilling yang berlangsung di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Sarolangun, produksi yang dihasilkan dalam satu hari bisa mencapai angka 30 ton atau 30 ribu liter.
BACA JUGA :Â Waduh!!! Sumur Minyak Ilegal di Sarolangun Bertambah, Ini Jumlahnya
Jika dikalikan Rp 5000 saja satu liter, artinya, hasil yang didapat mencapai Rp 150 juta per hari. Dalam satu tahun saja, negara bisa dirugikan hingga mencapai angka Rp 54 M.
Melihat angka ini, dengan waktu operasi tambang yang sudah dua tahun di Sarolangun itu, kerugian negara sudah mencapai angka Rp 108 M.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Gamal Husen, mengatakan, sesuai dengan intruksi dari Menteri ESDM RI, aktivitas Illegal drilling di Sarolangun harus ditutup.
“Berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian, ilegal driling yang ada di Kabupaten Sarolangun itu harus ditutup . Menteri ESDM  memberikan tenggat waktu untuk penutupan awal Desember 2016,†tuturnya.  (cr1)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com