Belum Sebulan Naik, Harga Kelapa Tanjabtim Kini Anjlok ke Rp1.500/Kg
JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Kabar kurang menggembirakan kembali menghampiri petani kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi. Setelah sempat menikmati kenaikan harga, kini harga kelapa kembali anjlok.
Padahal, kenaikan harga baru dirasakan petani selama beberapa pekan. Sebelumnya, harga kelapa dalam di tingkat petani sempat mencapai Rp2.500 per kilogram. Bahkan, pada periode tertentu harga bergerak di kisaran Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram.
BACA JUGA: 194 CJH Tebo untuk Haji 2027 Jalani Pemeriksaan Kesehatan, 49 Orang Mengundurkan Diri
Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Saat ini, harga kelapa dalam di tingkat petani kembali turun dan berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.800 per kilogram.
Penurunan harga juga berbeda di setiap wilayah. Di Kecamatan Sabak Timur dan Kuala Jambi, harga kelapa kini berada di bawah Rp2.000 per kilogram. Sementara di wilayah Nipah dan Sadu, harga masih relatif lebih tinggi karena bertahan di atas Rp2.000 per kilogram.
BACA JUGA: Bus Azkadyna Terguling di Jalan Pattimura Jambi, Begini Kronologinya
Anjloknya harga mulai memengaruhi aktivitas petani. Sebagian petani memilih menunda panen karena harga yang diterima dinilai belum memberikan keuntungan yang memadai. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya permintaan kelapa dalam.
Riko, salah seorang pengepul kelapa dalam, mengatakan penurunan harga berkaitan erat dengan melemahnya permintaan. Menurutnya, permintaan untuk pengiriman kelapa ke luar daerah maupun ekspor saat ini praktis menghilang.
BACA JUGA: Direktur Utama Purwacaraka Music Terpukau, Minat Musik Anak Jambi Dinilai Luar Biasa
"Permintaan kelapa untuk keluar daerah atau ekspor menghilang. Jadi mau tidak mau, secara otomatis harga pembelian kelapa di tingkat petani ikut menurun," kata Riko.
Selain melemahnya permintaan, faktor cuaca juga menjadi kendala dalam proses pengiriman. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas ekspor sehingga permintaan dari pasar luar daerah maupun pasar ekspor ikut merosot.
"Selain itu, faktor cuaca juga mengakibatkan ekspor kelapa sedikit mengalami kendala, sehingga permintaan ekspor juga tidak ada," ujarnya.
BACA JUGA: Udara Masih Sangat Tidak Sehat, Pemkot Jambi Perpanjang PJJ Semua Jenjang
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada kelapa segar. Komoditas olahan berupa kopra kering juga ikut mengalami pelemahan harga.
Bagi petani, kondisi tersebut tentu mengecewakan. Pasalnya, kenaikan harga yang sempat memberikan harapan baru belum berlangsung lama, namun kini mereka kembali dihadapkan pada harga rendah.
Inam, salah seorang petani kelapa di wilayah Sabak Timur, berharap harga kelapa kembali membaik. Ia mengaku baru memanen sebagian kebunnya saat harga kembali mengalami penurunan.
"Ya, sangat berharap (harga kembali naik, red). Baru satu lembar kebun kita panen, satu lagi belum, tapi sudah turun harga," kata Inam.
Para petani berharap permintaan dari luar daerah maupun pasar ekspor kembali terbuka. Dengan demikian, harga kelapa di tingkat petani diharapkan kembali meningkat sehingga hasil panen mampu memberikan pendapatan yang lebih layak.(lan)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com