Tiga Kasus Dugaan Pembunuhan di Jambi Belum Terungkap, Dirreskrimum:Tetap Kami Selidiki Maksimal

Tiga Kasus Dugaan Pembunuhan di Jambi Belum Terungkap, Dirreskrimum:Tetap Kami Selidiki Maksimal

Posted on 2026-07-03 17:55:55 dibaca 168 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Tiga kasus dugaan pembunuhan di Provinsi Jambi hingga kini masih belum terungkap . Meski telah berlalu selama bertahun-tahun, ketiga kasus tersebut belum berhasil mengungkap pelaku di balik kematian para korban.

Kasus pertama adalah kematian Kekey (4), bocah yang ditemukan tewas di dalam septic tank Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada 2022 silam.

BACA JUGA: Jambi Business Center Perkenalkan JBC+, Satu Aplikasi untuk Promo, Poin dan Beragam Layanan

Sebelumnya, Kekey dilaporkan hilang secara misterius saat bermain di sekitar kawasan Kuburan Cina, Kelurahan Rawasari. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam septic tank yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Hingga kini, penyebab pasti kematian dan pihak yang bertanggung jawab belum terungkap.

Kasus kedua menimpa Nasifa (20), yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana di bekas kolam galian batu bata di Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, pada Februari 2024.

BACA JUGA: RDP Dengan Dirut PLN, Fasha: Blackout Sumatera, Daerah Penghasil Harus Mandiri Energi

Penemuan jasad korban sempat menghebohkan masyarakat dan diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Namun, hingga kini pelaku di balik kematian Nasifa masih belum berhasil diungkap.

Sementara itu, kasus ketiga adalah kematian Dedi Putra, warga Jalan Marene, Desa Kasang Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya pada 19 Mei 2025.

Pada awalnya, kematian Dedi diduga akibat kecelakaan. Namun, keluarga korban merasa curiga lantaran luka lebam di tubuh korban dinilai tidak sesuai dengan dugaan kecelakaan. Kejanggalan tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Jambi.

BACA JUGA: Dishub Sarolangun Tertibkan Angkutan Batu Bara, Sopir Diimbau Tak Parkir di Bahu Jalan

Atas dasar laporan tersebut, penyidik melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) pada Agustus 2025. Hasil autopsi resmi menyatakan Dedi Putra meninggal dunia akibat luka yang diduga disebabkan benda tumpul di bagian kepala.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Jimmy, mengatakan penyelidikan terhadap ketiga kasus tersebut masih terus berjalan.

Untuk kasus Dedi Putra di Marene, kata Jimmy, penyidik saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Mabes Polri terhadap barang bukti video yang diperoleh dari lapangan.

"Kami sedang mengajukan pemeriksaan ke Laboratorium Forensik Mabes Polri. Kami ingin membuat terang video yang kami dapat di lapangan sehingga bisa diketahui dengan jelas apakah korban meninggal akibat dugaan pembunuhan atau kecelakaan. Karena kami juga melihat kondisi sepeda motor korban yang mengalami lecet di sisi kanan, hampir bersamaan dengan luka lecet pada tubuh korban di bagian kanan. Proses ini masih berjalan dan hasilnya tidak lama lagi akan keluar," ujar Jimmy, beberapa hari lalu didepan awak media.

Sedangkan untuk dua kasus lainnya, Polda Jambi terus berkoordinasi dengan kepolisian resor setempat guna memperkuat proses penyelidikan.

"Untuk dua kasus lainnya, kami juga berkoordinasi dengan Polres untuk melakukan backup. Sampai sekarang tentu tidak ada kasus pembunuhan yang tidak kami selidiki secara maksimal. Tetap kami selidiki," tegasnya.

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com