Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) bersama masyarakat saat meresmikan Jembatan Bentari yang menghubungkan Desa Betung dan wilayah seberang di Kecamatan Kumpeh.
JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Masyarakat Desa Betung, Kecamatan Kumpeh, akhirnya dapat menikmati akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman setelah Jembatan Bentari (Betung–Batanghari) resmi beroperasi.
Kehadiran jembatan permanen tersebut mengakhiri ketergantungan warga terhadap perahu dan jembatan gantung yang selama puluhan tahun menjadi satu-satunya sarana penghubung menuju wilayah seberang.
Jembatan yang diresmikan Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), itu menjadi infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.
Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan Jembatan Bentari juga akan menunjang akses pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
BACA JUGA: Kabar Gembira Petani, Harga Pinang Ngelotok di Tanjab Timur Capai Rp20 Ribu per Kilogram
Menariknya, pembangunan jembatan dengan nilai sekitar Rp1,55 miliar tersebut terwujud berkat semangat gotong royong. Pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat, dukungan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta bantuan dari Bupati Muaro Jambi.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengatakan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
“Jembatan sudah jadi. Saya berharap jembatan ini bisa dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.
BACA JUGA: Tahun Ini, 48 Unit Rumah Relokasi Terdampak Banjir di Bangun
Menurut BBS, keberhasilan pembangunan Jembatan Bentari menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi jembatan agar usia pakainya dapat bertahan lama. Untuk itu, pemerintah desa diminta membuat aturan terkait kendaraan yang boleh melintas sesuai kapasitas konstruksi jembatan.
“Kalau kapasitasnya 8 ton, maka kendaraan yang melebihi kapasitas tersebut tidak boleh melintas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Betung, Rifai, mengaku bersyukur atas terwujudnya jembatan permanen yang selama ini menjadi harapan dan impian masyarakat setempat.
Ia menceritakan, sebelum jembatan dibangun, warga harus menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai. Setelah itu, masyarakat hanya dapat memanfaatkan jembatan gantung yang memiliki keterbatasan akses.
Kini, dengan hadirnya jembatan permanen, aktivitas masyarakat menjadi jauh lebih mudah karena kendaraan roda empat sudah dapat langsung masuk hingga ke lingkungan permukiman warga.
“Kami sangat berterima kasih. Dulu kami menyeberang menggunakan perahu, kemudian ada jembatan gantung, dan sekarang sudah menjadi jembatan permanen. Alhamdulillah, seperti mimpi. Sekarang mobil sudah bisa parkir di depan rumah,” ungkapnya.
Keberadaan Jembatan Bentari diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan perekonomian warga Desa Betung dan wilayah sekitarnya.(wan)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com