Pengamat : Masyarakat Tahan Konsumsi, Jumlah Pemudik 2026 diperkirakan Turun
JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Prediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 yang mencapai 143,9 juta orang dipandang sebagai indikator penting kondisi ekonomi masyarakat. Angka tersebut lebih rendah dibanding realisasi 2025 yang mencapai 146,4 juta pemudik atau turun sekitar 1,75 persen.
Berbicara di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026 pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai penurunan ini tidak bisa dilihat semata sebagai perubahan pola mobilitas, tetapi juga sebagai sinyal bahwa rumah tangga mulai menahan konsumsi akibat tekanan ekonomi pada awal tahun.
BACA JUGA: Mudik Lebaran 2026, Hutama Karya Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen di 6 Ruas Tol Trans Sumatera
Menurutnya, mudik Lebaran selama ini selalu menjadi cerminan kekuatan daya beli masyarakat. Ketika jumlah pemudik mengalami koreksi, hal itu menunjukkan sebagian masyarakat mulai melakukan penyesuaian pengeluaran.
“Secara ekonomi, mudik adalah indikator konsumsi. Ketika terjadi penurunan, itu menunjukkan ada proses pengetatan anggaran rumah tangga. Tekanan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan di sektor swasta, hingga inflasi membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang,” kata Noviardi.
BACA JUGA: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Tanjung Lumut
Data prediksi dari Kementerian Perhubungan menunjukkan arus pemudik terbesar berasal dari Jawa Barat sekitar 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta 19,93 juta dan Jawa Timur 17,12 juta. Sementara tujuan utama pemudik adalah Jawa Tengah 38,71 juta orang, Jawa Timur 27,29 juta dan Jawa Barat 25,09 juta.
Noviardi menjelaskan, penurunan mobilitas tersebut juga berkaitan dengan beberapa faktor struktural dalam ekonomi nasional. Selain tekanan biaya hidup, kebijakan efisiensi perjalanan dinas bagi ASN serta meningkatnya kewaspadaan perusahaan swasta terhadap kondisi ekonomi turut memengaruhi kemampuan masyarakat untuk melakukan perjalanan.
BACA JUGA: Wako Alfin Luncurkan Rumah Singgah Lansia Juara di Sungai Penuh
“Jika kita lihat lebih dalam, ada kombinasi faktor ekonomi. Rumah tangga menahan pengeluaran, sektor swasta sedang berhati-hati, dan sebagian pekerja menghadapi ketidakpastian pendapatan. Ini membuat keputusan mudik menjadi lebih selektif,” ujarnya.
Di sisi lain, faktor non-ekonomi seperti cuaca ekstrem, intensitas hujan tinggi, dan potensi banjir di beberapa wilayah juga ikut memengaruhi waktu serta keputusan perjalanan masyarakat.
Meski begitu, Noviardi menilai pemerintah cukup responsif dalam menjaga mobilitas masyarakat tetap terjaga selama periode Lebaran. Berbagai kebijakan seperti diskon tiket pesawat hingga 18 persen, tarif khusus kereta api kelas ekonomi, program mudik gratis, hingga pengaturan lalu lintas dinilai menjadi stimulus penting.
BACA JUGA: Kejari Batang Hari Bersama Bank BRI Bagikan Takjil Gratis kepada Masyarakat
Kebijakan tambahan seperti Work From Anywhere (WFA), penyesuaian libur sekolah, serta rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap dan one way juga dinilai berperan untuk mengurai kepadatan perjalanan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa proyeksi penurunan jumlah pemudik belum tentu mencerminkan realisasi akhir. Pengalaman sebelumnya menunjukkan mobilitas Lebaran sering kali melampaui prediksi pemerintah.
“Mobilitas masyarakat Indonesia sangat dinamis. Walaupun proyeksinya turun, tetap ada potensi lonjakan jika kondisi ekonomi dan transportasi mendukung,” katanya.
Menurut Noviardi, yang lebih penting dari sekadar angka pemudik adalah dampak ekonomi yang dihasilkan selama periode Lebaran. Arus mudik tetap menjadi salah satu penggerak utama perputaran ekonomi nasional, terutama di daerah tujuan.
“Lebaran selalu menjadi momentum distribusi ekonomi dari kota ke daerah. Perdagangan, transportasi, pariwisata hingga UMKM lokal biasanya ikut bergerak. Karena itu menjaga kelancaran mudik sama dengan menjaga sirkulasi ekonomi nasional,” tutupnya.(*)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com