JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Pembangunan pergantian jembatan Parit Gompong (Pargom), Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini sedang bergejolak.
Hal tersebut dikarenakan warga sekitar mengajukan protes atas pembangunan proyek Rp 18 Miliar ini. Warga menganggap pembangunan telah merugikan masyarakat setempat dan juga pihak rekanan sejak akan dilakukan proses pembangunan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu.
Hal ini dikatakan Ketua RT 01, Wahyu, ia menyebutkan, selama ini baik pihak pengawas, konsultan ataupun rekanan tidak ada berkomunikasi dengan masyarakat yang berada dilokasi pembangunan.
"Tidak ada komunikasi atau pun koordinasi sama kita, jika akan dibangun seperti saat ini," katanya.
Wahyu hanya mengatakan memang ada tim survey lapangan mengadakan rapat dikantor lurah yang mana dihadiri sebanyak 8 orang perwakilan masyarakat.
"Intinya waktu itu ingin membangun dilokasi sekarang ini, ya silahkan. Namun pembangunannya setinggi jembatan yang ada dengan tinggi yang sama seperti jembatan sebelumnya. Tidak setinggi yang dibangun saat ini," ujarnya.
Wahyu sebagai perwakilan masyarakat setempat, terkejut dengan ketinggian jembatan yang telah dibangun pihak rekanan ini. "Kalau seperti yang dibangun sekarang ini tentu sangat merugikan masyarakat, sejumlah rumah masyarakat sudah menjadi korban," sebutnya.
Ia dengan tegas menyatakan jika masyarakat sekitar dalam hal ini menutut kepada pihak rekanan agar menurunkan ketinggian jembatan yang di bangun saat ini. "Kami minta opsi lah bagaimana nasib masyarakat yang menghambat ini, jangan sampai pembangunannya menutup akses jalan dan usaha. (sun)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com