Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Jambi Arman Syafaat mengatakan pada penetapan awal puasa sebenarnya sama saja.
Dalam hadis nabi yang diriwayatkan Bukhari menyebutkan, pergantian bulan terjadi apabila sudah tidak melihat bulan.
Â
Menurut perhitungan hisap Muhammadiyah, di Jogja pada pukul 15.00 WIB ketinggian bulan -0 derajat. Artinya, bulan saban dipenuhkan.
Â
"Sesuai dengan hadis rasulullah jika tidak tidak melihat bulan maka penuhkanlah 30 hari bulan saban," katanya.Â
Â
Dijelaskanya, dalam menentukan awal puasa ada dua metode yakni Rukyat dan Hisab.
Â
Rukyat adalah metode menetukan awal puasa dengan melihat menggunakan mata telanjang dibantu dengan alat.
Â
Sedangkan Hisap adalah metode menetukan awal puasa dengan menggunakan perhitungan ilmu astronomi dan dibantu alat.
Â
"Tidak ada perbedaan sebenarnya, hanya penetapan hari saja," ungkapnya. (Nur)
Â
Â