JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kunjungan kerja perorangan (reses) yang dilakukan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ke daerah - daerah menemukan fakta hidup masyarakat makin sulit.Â
Kondisi ini tergambar dalam dialog-dialog Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut dengan berbagai kelompok masyarakat di berbagai daerah dalam Provinsi Jambi.
"Sekarang masyarakat mengeluhkan hidup makin sulit, sektor riil lesu, mencari pekerjaan juga sulit, pengangguran bertambah dan harga - harga pokok terus meningkat dan susah didapat."
Gejala sulitnya ekonomi masyarakat ini menurut SAH telah berpengaruh pada semua sektor kehidupan masyarakat, terutama pada sektor riil ekonomi Jambi.
"Lemahnya harga komoditi perkebunan seperti karet dan sawit memicu pelemahan daya beli masyarakat, akibatnya ekonomi menjadi kurang baik menyusahkan kehidupan masyarakat."
Salah satu pengakuan masyarakat akan sulitnya situasi ekonomi saat ini tergambar dalam dialog SAH dengan H. Muslim salah satu pedagang baju bekas di Kota Jambi.
Menurut pria yang sudah belasan tahun berdagang baju bekas tersebut omset penjualan kini sudah jauh berkurang, karena masyarakat lebih mementingkan kebutuhan hari - hari di banding kebutuhan sandang.
"Omset saya menurun 70 persen lebih, padahal dulu tahun 2010 - 2014 bisnis baju bekas omsetnya melimpah," jelasnya.Â
Senada dengan itu Hj. Maryani salah pedagang kelontong di kawasan Pasar Angso Duo juga mengeluhkan daya beli masyarakat yang menurun.
"Sekarang berdagang susah stok barang menumpuk tidak laku, kalaupun ada yang membeli tidak banyak seperti dulu, mungkin karena uang lagi susah sekarang."
Kondisi sebenarnya sejalan dengan hasil survei Indikator Publik Indonesia yang di publish oleh beberapa media tanah air Mei 2017 lalu.
Dimana hasil survei tersebut menyatakan ekonomi Indonesia mengalami kemunduran hampir di semua sektor di semua wilayah tanah air.
Menanggapi aspirasi masyarakat ini, SAH mengatakan pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk mengkoordinasikan masalah ini dengan pihak terkait.
"Secara simultan dan parsial kita akan mengkoordinasikan masalah ini agar bisa membantu masyarakat, baik melalui operasi pasar dan upaya lainnya."
Karena dari semua masalah ekonomi di atas, SAH berkeyakinan akar masalahnya tetap pada kepercayaan pelaku usaha dengan pemerintah, jika kualitas kepemimpinan baik, kepercayaan pasar juga baik, tidak seperti sekarang ekonomi lesu karena orang lagi menunggu perubahan di Indonesia, tandasnya. (wan)Â