Fitri memperlihatkan photo ayahnya
JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK-Tiga nelayan asal Tanjab Timur yang menjadi korban tenggelamnya KM Kasmawati Jumat (12/1) lalu di perairan Ujung Jabung, hingga kemarin (17/1) belum juga ditemukan. Keluarga tetap berharap tiga nelayan itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat, meski sudah hampir sepekan tak ada kabar berita.
Satu dari tiga korban kapal naas itu adalah Yasiman. Warga Jalan Sri Jaya RT 03 RW 06 Kelurahan Nipah Panjang II, Kecamatan Nipah Panjang, Tanjab Timur.
Sejak tenggelam Jumat lalu (12/1), empat orang anaknya terus menunggu kabar dari ayahandanya yang belum juga ditemukan. Kabar baik tak kunjung datang. Nasib ayahnya sama dengan dua rekannya yang lain Joni Asantar dan Suardi.
Padahal, pencarian yang dilakukan Basarnas belum juga menemukan titik terang. Meski lokasi pencarian diperluas hingga perbatasan Provinsi Sumsel, tetap saja pencarian tim Basarnas tidak membuahkan hasil, bahkan puing-puing kapal pun sama sekali tidak ditemukan dipermukaan laut.
Wartawan jambiupdate kemarin (17/1) menyambangi kediaman Yasiman di jalan Sri Jaya RT 03 RW 06 keluarahan Nipah Panjang II. Bilur-bilur kesedihan terlihat jelas di rumah sederhana itu.
Empat putra dan putri Yasiman yang tingal di rumah itu hanya bisa berdoa dan berharap tim Basarnas bisa cepat menemukan ayahnya yang terombang-ambing di laut.
Suyitno (33) anak pertama Yasiman, saat dibincangi jambupdate dikediamanya, Kamis (17/1), menuturkan, saat ini dirinya terus mengikuti Tim Basarnas untuk mencari keberadaan ayahnya. “Belum juga ada titik terang, bahkan puing-puing kapal pun selama pencarian tidak ada ditemukan,†ungkap Suyitno dengan raut wajah penuh kesedihan.
Meski belum ada titik terang, Suyitno dan ketiga adiknya terus berusaha dan berdoa  agar ayahnya bisa cepat ditemukan. Harapan yang begitu mendalam pun ia utarakan, agar pemerintah bisa menurunkan helikopter untuk ikut mencari ayahnya bersama dua rekannya yang tenggelam. ‘’Pencarian menggunakan kapal motor sudah tidak memungkinkan lagi dengan kondisi cuaca yang ekstrim,’’ harapnya.
Fitri (23) putri bungsu Yasiman tidak bisa berbicara banyak atas musibah yang menimpah ayahnya. Fitri yang selalu didampingi kakak iparnya hanya bisa menatapi fhoto ayahanda tercintanya dan sesekali memeluk fhoto ayahnya. “Ini fhoto ayah bang,†ujarnya singkat kepada awak media sambil memperlihatkan fhoto ayahnya.
Sebelum berangkat melaut, Fitri melihat tidak ada tingkah laku ayahnya yang berbeda,  normal-normal saja. Hanya saja, ayahnya  sempat memberitahu akau berangkat habis Jumat. “Kalau tingkah laku ayah sebelum berangkat tidak ada yang berbeda, ayah hanya berbicara kepada adek saya (Fitri,red), kalau habis Jumat ayah berangkat,†tutur Suyitno.
Menurut Suyitno, KM Kasmawati yang dinahkodai ayahnya tidak pernah melaut hingga ke tengah. Bahkan, sebelum berangkat ke laut, ayah selalu berpesan akan melaut di sekitaran Sungai Itik, Kecamatan Sadu. Paling jauh ayahnya melaut sampai Cemara.
“Kapal ayah yang tenggelam di lokasi dekat sinilah Sungai Itik, kalau pun jauh paling Sungai Cemara, mudah-mudahan bapak cepat ditemukan,†ucap Suyitno.
(oni)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com