Dipo Ilham djalil.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Wacana kenaikan tarif tol kian berhembus kencang. Hal ini berhembus kencang dan menimbulkan pro dan kontra dari sejumlah elemen public.
Menanggapi ini, Dipo Ilham Djalil melihat rencana itu tampaknya kurang berpihak pada masyarakat. Apalagi masyarakat sebelumnya terbebani akibat kebijakan-kebijakan pencabutan aneka subsidi dan tren inflasi.
“Saya pikir ini harus di timbang masak. Kita loihat saja, rasio peningkatan pendapatan buruh secara umum tak terlalu besar atau tak sejalan peningkatannya ketimbang beban hidup,†ujarnya.
Menurutnya, kenaikan tariff tol patut ditunda karena terkesan terlalu orientasi profit keimbang menyikapi beban public yang kian membengkak. Bahkan formula perhitungan terkesan sepihak juga kurang ideal meski regulasi memang dua tahun SPM.
“Bila dipaksakan biaya mobilitas penggunaan transportasi dan logistic. bahkan produk akhir secara umum bakal naik pula akibat peningkatan logistic cost,†katanya.
Pengusaha muda lulusanMelbourne University di Australia menyebutkan, penundaan itu sampai momentumnya dirasa tepat untuk menaikkan tariff. Sehingga ada perhitungan ideal dalam mengonfirmasi indikatornya, dan fokus memperbaiki layanan tol.
“Sebaiknya pemerintah fokus mendorong orientasi pulihnya daya beli, dibanding melakukan spekulasi,†pungkasnya. (aiz)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com