JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Konsolidasi bagi Partai Gerindra bukan hanya dilakukan untuk menyongsong Pemilu 2019, tetapi konsolidasi merupakan bukti komitmen sebuah partai dalam melibatkan semua komponen masyarakat untuk bergabung dalam suatu perubahan.
Â
Pernyataan ini disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyerahkan Surat Keputusan (SK) tentang kepengurusan hasil perubahan atau resufle (1/10) kemarin di kantor DPD Gerindra Jambi, Telanaipura Jambi.
Â
"Penyerahan SK kepengurusan ini tidak hanya bagian konsolidasi organisasi semata, tetapi bukti keterbukaan Gerindra untuk mengajak semua komponen masyarakat melakukan perubahan, gerakan perbaikan bangsa," ujarnya.
Â
Karena Gerindra sadar perubahan harus melibatkan orang banyak atau masyarakat luas, perubahan juga membutuhkan kebersamaan dalam perjuangan, sehingga Gerindra harus dipandang sebagai sarana perjuangan dan ini membutuhkan pejuang - pejuang politik yang kuat, tangguh dan militan, jelasnya.
Â
Selain itu tokoh yang juga menjabat sebagai Anggota DPR / MPR RI tersebut menambahkan kondisi bangsa Indonesia saat ini dalam kondisi memprihatinkan, dimana sebagai satu negara, kemerdekaan dan kedaulatan penduduknya makin hilang dari bumi pertiwi.
Â
"Sabang hingga Merauke wilayah kedaulatan kita, tetapi hari ini sebagian besar tanah wilayah itu di kuasai asing yang berkedok investasi," bebernya.
Â
Akibat dari penguasaan ini rakyat makin miskin, negara terjebak dalam hutang dan ketahanan nasional kita menjadi lemah, ungkap Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi tersebut.
Â
Dalam penyerahan SK kepengurusan Gerindra tersebut, terlihat nama - nama tokoh dan politisi senior ikut bergabung dengan Gerindra. Seperti dr. Maulana dan istri dr. Nadiyah, pengusaha Dodi Sularso, Jasasila, Yeri Muthalib, Ritas maryanto dan lain sebagainya.
Â
Menegaskan hal ini SAH mengatakan bahwa ini semua bukti bahwa Gerindra terbuka bagi semua tokoh dan masyarakat dari semua golongan.
Â
"Asal mereka mau berjuang untuk Indonesia Raya, punya cita - cita memajukan bangsa, Gerindra adalah rumah mereka," tandasnya. (*/wan)