JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kenaikan harga atau inflasi di semua sektor ekonomi pasca lebaran ini telah berimbas pada turunnya daya beli masyarakat secara nasional.
Â
Salah satu sektor yang sangat terdampak akan situasi ini adalah dunia pendidikan. Indikasinya terlihat dari tingginya angka putus sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Â
Hal ini di sampaikan pimpinan Komisi pendidikan DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika berbicara dalam diskusi dampak inflasi terhadap dunia pendidikan di Jakarta (10/7) kemarin.
Â
" Tingginya angka inflasi berdampak pada turunnya daya beli masyarakat, dalam hal ini termasuk sektor pendidikan yang akan memasuki tahun ajaran baru Juli 2107 ini. "Â
Â
Dampak dari ini menurutnya dari berbagai daerah di tanah air banyak anak sekolah yang tidak bisa lanjut study atau putus sekolah.Â
Â
Sehingga pemerintah harus mulai mengantisipasi meluasnya dampak ini di bidang pendidikan, tegas anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Â
" Jika tidak di antisipasi ini akan memicu tingginya angka putus sekolah di Indonesia karena ekonomi yang susah. "
Â
Apalagi inflasi yang terjadi beriringan dengan penurunan harga karet dan sawit di semua sentra produksi di seluruh Indonesia.
Â
Padahal dua komoditi perkebunan itu merupakan mata pencarian utama masyarakat kita di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Â
Kondisi ini telah memukul perekonomian masyarakat yang akhirnya berimbas pada dunia pendidikan.
Â
" Solusinya kita harus memperbanyak program bantuan pendidikan bagi masyarakat seperti beasiswa PIP dan bantuan tunai lainnya, dengan harapan bisa menekan angka putus sekolah di semua lini. "(*/wan)Â