Ilustrasi.

Pilkada Jambi Jilid II, Isu Negativ Ternyata Belum Mampu Tumbangkan Incumbent

Posted on 2017-02-18 11:52:26 dibaca 3013 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pasangan Cek Endra-Hilallatil Badri dan Sukandar-Syahlan masih terlalu tangguh untuk di taklukkan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jilid II. Bahkan dua calon incumbent yang masing-masing maju di Sarolangun dan Tebo itu melenggang mulus dengan perolehan suara signifikan.

Hasil ini berbanding terbalik dengan Pilkada jilid I, 2015 lalu. Dari 4 calon incumbent, pasangan Hasan Basri Agus (HBA)-Edi Purwanto di Pilgub Jambi, Sinwan-Arzanil di Batanghari, Sudirman Zaini-Andriansyah Zulfikar di Muaro Bungo, hanya Asafri Jaya Bakhri (AJB)-Zuhelmi yang berhasil lolos.

Pengamat politik Jambi Jafar Ahmad menilai, melenggangnya Cek Endra-Hilallatil Badri dan Sukandar-Syahlan karena kedua kandidat ini punya kekuatan besar. Sumber daya itu masih belum mampu ditandingi oleh rivalnya, Mumammad Madel-Musharsyah dan Hamdi-Harmain.

"Pertama penantang tidak terlalu tangguh. Sedangkan kekuatan incumbent masih mendominasi," ujarnya.

Dia memilihat kedua calon incumbent ini didukung oleh jaringan yang kuat dan kekuatan tim yang tangguh. Kekuatan itu bergerak dan dikoordinir dengan baik sejak lama hingga pemungutan suara berlangsung.

"Kedua pasangan incumbent ini memiliki jaringan yang bagus. Mereka juga mengkoordinirnya dengan baik," ucapnya.

Dengan sumber daya itu, rival politiknya dibuat tinggal satu langkah. Belum lagi keduanya bisa menyatukan beberapa tokoh sentral.

"Untuk membangun jaringan itu membutuhkan biaya yang besar. Biayanya juga besar, saya lihat incumbent mampu mengelola ini dengan baik," sebutnya.
Lalu bagaiman dengan isu yang dibangun? Peneliti Idea Institute ini menjelaskan beberapa isu yang dibangun tidak memberikan pukulan telak. Karena sejak awal kedua pasangan kandidat memainkan pola yang sama di masing-masing daerah.

"Isu itu tidak berpengaruh, mungkin karena ada isu yang sama. Di Sarolangun misalnya ada isu CPNS tapi disisi lain juga ada isu Napi," jelasnya.

Dibanding Pilkada 2015, penantang lebih mampu melihat celah. Jaringan yang dibangun penantang lebih masif dan terstruktur. Mereka juga memanfaatkan orang-orang yang tidak senang terhadap petahana.

"Suara penantang tunggal itu dari orang yang tidak senang dengan petahana. Angkanya bisa mencapai 20 persen. Nah sebagian penantang di Pilkada 2015 mampu memamfaatkan itu," jelasnya. (aiz)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com