Zola sidak RSUD Raden Mattaher beberapa waktu lalu.

Pasca Marah-Marah di RSUD Raden Mattaher, Zola Dapat Kritikan dari Seorang Dokter, Begini Bunyinya..

Posted on 2017-01-22 10:13:56 dibaca 88366 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pasca Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Gubernur Jambi Zumi Zola, Sabtu (21/1) sekitar pukul 00.30 WIB, di RSUD Raden Mattaher,  ternyata tak hanya dibanjiri pujian saja. Namun, tak sedikit orang yang juga mengkitik aksi tersebut.

Pasalnya, saat sidak waktu itu, Zola meluapkan emosi lantaran menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak RSUD Raden Mattaher. Bahkan, orang nomor satu itu pun mendapati tak ada satu pun perawat yang berjaga kala sidak tidur.

BACA JUGA : Tanggapi Kritikan Pasca Sidak RSUD Raden Mattaher, Zumi Zola : Jika Itu Tidak Saya Lakukan, Saya yang Salah

Bagaimana tidak, dirinya saat masuk ke ruang perawat, langsung membentak para perawat yang sedang tertidur dengan kondisi lampu ruangan dimatikan.

Terkait hal itu, selain banjir pujian, Mantan Bupati Tanjabtimur itu juga mendapat  kritikan karena dinilai tidak pantas dilakukan secara membentak. Seperti halnya sebuah tulisan yang ditulis oleh akun Facebook Patrianef, yang merupakan seorang dokter yang memposting tulisannya di grup Facebook Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu.

Berikut tulisannya yang berhasil didapatkan jambiupdate.co. (wan)

Kepada Yang Mulia
Gubernur/Kepala Daerah Propinsi Jambi
Bapak Zumi Zola.

Menanggapi sidak Bapak Gubernur Jambi di RSUD Jambi, saya berfikiran positif. Bapak mau melihat sendiri kondisi dilapangan bagaimana kondisi di rumah sakit dinihari. Itulah fakta yang Bapak temui dan membuat bapak berlaku seperti yang kita lihat di rekaman rekaman yang beredar di medsos.

Jika Bapak beranggapan bahwa ini adalah suatu kegagalan, maka kegagalan itu adalah kegagalan pimpinan. Tanggung jawabnya adalah tanggung renteng mulai dari atas sampai ke bawah. Tentu saja Bapak sendiri dan Kepala Dinas serta Direktur RS sangat bertanggung jawab.

Ada satu hal yang mungkin bawahan bapak lupa menyampaikan. Pelayanan di RS merupakan suatu sistem mulai dari "front office" ditempat pendaftaran yang dilakukan tenaga non medik, kemudian dilayani perawat dan dokter di triase yang memilah milah pasien berdasarkan urgensi pasien. Sampai nanti pasien jika perlu ditangani dan dioperasi oleh dokter bedah. Atau diobati oleh dokter penyakit dalam, dokter anak atau dokter kandungan. Sistem ini bergerak dan yang diukur adalah respon dari sistem ini. Dikenal dengan nama "respon time".

Jika tidak ada pasien dan tidak ada pemberitahuan dari "Front Ofiice" bahwa ada pasien, maka sistem ini akan "dormant". Buat apa dokter spesialis bedahnya bangun sementara operasi tidak ada dan pasien yang ditangani tidak ada. Buat apa dokter spesialis penyakit dalamnya melek terus sementara pasien yang urgen ditangani tidak ada. Yang sangat perlu adalah , jika ada pasien perlu ditangani maka sistemnya langsung jalan.

Sebaiknya jika Bapak mau menilai RS di wilayah yang Bapak pimpin, itulah yang dinilai. Kirim dan ikuti seorang pasien secara diam diam mulai dari pendaftaran sampai dia mendapat pelayanan. Ukur waktunya. Lihat respon petugasnya. Lihat cara mereka melayani orang sakit.

Manusiawikah mereka terhadap pasien. Dengan cara begini Bapak akan mendapatkan data yang sangat akurat dan bisa dipertanggung jawabkan serta bisa menghapus kesan kurang baik.
Berbicara tentang pasien diruangan, itu adalah pasien yang stabil dan tak perlu dipelototin terus menerus. Beda dengan pasien di ICU dan HCU yang memang perlu dipantau dan dimonitor terus menerus. Jika Bapak menemukan pasien di ICU dan HCU tak dipantau, Bapak panggil pimpinannya dan tegur. Gak perlulah disorot dan membawa wartawan. Banyak mekanisme internal. Jika gagal perbaikan, copot pimpinannya dan yang bersangkutan. Memerintah daerah beda lho dengan memimpin perusahaan. Memerintah daerah itu dengan hati dan perasaan.

Berbicara soal manusiawi, lihat juga , apakah memang petugas petugas medis, paramedis dan non medis yang merupakan anak buah bapak diperlakukan manusiawi. Lihat makanan mereka, lihat minuman mereka, lihat pakaian mereka dan jangan lupa lihat wajah mereka dengan hati. Lihat dengan hati yang jernih. Lihat baju lusuh mereka, lihat mata merah mereka Bapak akan mendapat banyak hal yang akan mengejutkan Bapak sendiri. Dan data yang Bapak peroleh bukan hanya bisa digunakan di Jambi, tetapi juga bisa sampai ke luar Jambi. Bahkan bisa anda jadikan contoh di nasional

Bapak lihat daftar jaga mereka, tanya kapan mereka berangkat dari rumah dan kapan mereka pulang. Kapan mereka bisa berkumpul dengan keluarga. Tanya bagaimana kondisi anak anak mereka, tanya bagaimana istri mereka. Panggil pimpinan mereka, panggil direktur mereka, panggil semua pihak yang berkepentingan . Akan lebih banyak hal yang Bapak peroleh ketimbang hanya menemukan petugas "tertidur". Data Bapak akan sangat berguna.

Lihat pendapatan mereka. Tanya satpam, tanya pegawai, tanya dokter berapa pendapatan mereka. Apa yang mereka bawa pulang. Apakah mereka memiliki rumah. Cukupkah pendapatan mereka untuk membeli atau hanya menyewa rumah dari gaji yang mereka bawa pulang.
Terima kasih kepada Bapak, karena dengan cara begini sebetulnya membuka juga ruang bagi kami agar Pemda memperlakukan tenaga kesehatan lebih manusiawi kedepannya dengan jam kerja yang jelas sama seperti pegawai lainnya.

Wajar jika kami menuntut diperlakukan seperti pegawai negeri lain. Bekerja dengan jam kerja yang jelas. Jika sudah bekerja 40 jam seminggu maka kami menuntut hak istirahat. Jika pegawai lain bekerja dengan jam yang jelas kenapa kami bekerja dengan jam yang tidak jelas. Jika Bapak bisa memberlakukan jam kerja kami 40 jam seminggu di Propinsi Jambi , maka kami akan sangat mengapresiasi Bapak dan akan menjadi contoh nasional.

Jakarta, 21 Januari 2017
Patrianef
Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com