Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Demam Berdarah Dengue (DBD) nampaknya masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di Provinsi Jambi. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya korban meningal akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Andi Pada mengatakan, Januari hingga Oktober, jumlah penderita DBD sebanyak 1.784 kasus. 15 orang meninggal dunia. Ini meningkat jika dibandingkan 2015 hanya 1138 kasus. 9 orang meninggal dunia.
“15 orang meninggal dunia dalam kurun waktu satu tahun itu statusnya tidak kejadian luar biasa. Status KLB itu jika terjadi peningkatan yang luar biasa dibandingkan tahun 2015,†tegasnya.
Dari 1.784 kasus itu, Kota Jambi dengan jumlah kasus terbanyak mencapai 848 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 9 orang. Disusul Kabupaten Batanghari sebanyak 164 kasus dengan korban meninggal 2 orang. Kata Andi Pada, Kota Jambi memang daerah dengan kasus DBD terbanyak dibandingkan dengan 10 Kabupaten/kota lainnya. Ini dipengaruhi akibat kepadatan penduduk.
“Tapi Kota Jambi saat ini penanganannya sudah jauh lebih baik, ada kadeer Jumantik juga sekarang,†akunya.
Untuk penanganan kasus DBD, tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja kesadaran masyarakat akan ancaman DBD harus lebih ditingkatkan.
Pengetahuan tenaga kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit DBD ini juga mempengaruhi.
“Masyarakat juga harus cepat curiga dengan bahaya DBD. Jika anggota keluarganya demam lebih dari tiga hari, harus langsung dicurigai,†katanya. (cr1)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com