Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL – Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Tanjabbar akui sulitnya medan ke lokasi longsung di Desa Sungai Penoban, Kecamatan Batang Asam. Lokasi longsor diketahui sebagai kawasan Hutan Produksi yang dilarang aktifitas penebangan tanpa izin.
Saifuddin, Kepala BPBK Tanjabbar mengatakan bahwa pihaknya pada hari Selasa telah mengirimkan kembali tim reaksi cepat (TRC). Tim ini berangkat sekira pukul 08.30 dan sampai di lokasi sekira pukul 09.30.
“Dilokasi, tim tiba langsung melakukan pencarian secara manual. Tim dibekali cangkul, sinsaw,cangkul dan parang, serta skop,â€ungkap Saifuddin.
Dijelaskan oleh Saifuddin bahwa lokasi yang longsor itu di Bukit Condong. Sekitar 3 km dari Desa Penoban. Selain itu, untuk mencapai lokasi harus menempuh medan yang sangat sulit. Dan saat dikonfirmasi sekira pukul 15.00 korban a.n Lamban belum ditemukan.
Selain tim TRC BPBK, ada juga tim Basarnas Jambi, Polsek Tungkal Ulu, Babinsa, Babinkantibmas, serta warga Panoban membantu evakuasi.
“Kita tidak bisa membawa atau menggunakan alat berat. Karena lokasinya sulit dan tidak ada jalan. Jadi proses penggalian dan pencarian dilakukan secara manual,â€ucap Saifuddin.
Sebelumnya terjadi Longsor yang terjadi pada Minggu Malam (13/11) sekira pukul 22.00 gara-gara turun hujan deras. kedua korban, Lamban (60) dan Kacung (25) sedang beristirahat dipondok miliknya berada didekat tebing, di RT 13 Dusun Mahau, Desa Sei Panoban Kecamatan Batang Asam. (sun)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com