Pembongkaran makan bidan Anita Leonita di tebo.
JAMBIUPDATE.CO, TEBO-Kematian bidan cantik Anita Leonita di Tebo hingga kini masih menyisakan misteri. Pihak keluarga menduga, Bidan Leo meninggal karena dibunuh, makamnya pun akhirnya dibongkar lagi oleh aparat kepolisian.
Kepergian wanita kelahiran Desa Sari Mulya Kecamatan Rimbo Ilir 06 Juli 1992 ini meninggalkan duka yang mendalam bagi pihak keluarga. Pasalnya, selain  masih muda, putri kedua pasangan Sismanto dan Nurlina Br Sitepu ini juga dikenal mandiri dan menjadi tulang punggung keluarganya.
Wartawan jambiupdate.co mencoba menyambangi kediamannya Tebo. Dengan ramah, koran ini diterima oleh kakak kandung korban Elisa Maharani (28). Kepada koran ini, ia bertutur, Bidan Leo adalah alumni SMA Negeri 3 Tebo, yang mulai mengenyam pendidikan dari Taman Kanak-kanak hingga SD di tempat kelahirannya Desa Sari Mulya. Kemudian Leo bersekolah di SMPN 22 Tebo dan kemudian melanjutkan ke SMAN 3 Tebo.
Selain cantik, Leo juga dikenal cerdas. Bahkan hampir dari SD hingga SMA, Leo selalu mendapatkan juara kelas. ‘‘Anaknya periang, selain itu juga pintar hampir dari SD sampai SMA selalu dapat rangking,’‘ ujar Elisa.
Karena nilainya tinggi, katanya, setelah menamatkan SMA, Leo lantas melanjutkan pendidikannya di Kebidanan Stikes Medistra Lubuk Pakam, Sumatra Utara. Tiga tahun kemudian tepatnya 7 Juli 2013, Leo menamatkan pendidikannya.
‘’Tamat SMA, Leo langsung melanjutkan ke kebidanan di Stikes Medistra Lubuk Pakam hingga tamat pada tahun 2013,’‘ ungkap Elisa.
Tiga bulan setelahnya, Leo diterima bekerja di PT RAU dan langsung ditempatkan di Poliklinik di Desa Sungai Lalo Kecamatan Serai Serumpun. Sejak saat itu, korban tinggal di rumah dinas yang sekaligus dijadikan poliklinik di PT RAU dan hanya pulang ke rumah seminggu sekali pada saat libur yaitu Sabtu dan Minggu. Walaupun lokasi perumahan yang jauh di pelosok desa, namun Leo tetap semangat menjalankan tugasnya sebagai bidan.
‘‘Dia anaknya sangat rajin dan tekun, walaupun tempat kerjanya jauh di pelosok dan tinggal sendiri, dia tidak pernah mengeluh,’‘ ujar Elisa.
Leo juga menjadi tulang punggung keluarga. Penghasilannya selama bekerja selalu disisihkannya untuk membantu biaya sekolah kedua adiknya. ‘‘Dia selalu membantu buat sekolah adiknya, orangnya sangat baik dan sangat perhatian,’‘ tambahnya.
Namun takdir berkata lain, Anita Leonita ditemukan tewas di rumah dinasnya di PT. RAU desa Sungai Lalo Kecamatan Serai Serumpun, Sabtu 23 Mei 2015 sekitar pukul 09.00 WIB. Kematian Leonita yang tidak wajar dengan kondisi tergantung dengan banyak luka di sekujur tubuh tentu membuat pihak keluarga sedih alang kepalang.
‘‘Tiga hari sebelum ditemukan, kami masih mengobrol lewat telepon, yang kami sedih, kematiannya sangat tidak wajar,’‘ ujar Elisa sambil menyeka air mata.
Menurut Elisa, banyak sekali kejanggalan baik sebelum Leo meninggal maupun pada kematian Leo.
Sebelum kematiannya, kata Elisa, Leo sempat menelpon dirinya dan mengatakan bahwa akan mengganti nomor handphone karena banyak yang neror.
‘‘Sekitar tgl 20 ( tiga hari sebelum ditemukan tewas) Leo bercerita kepada saya bahwa banyak yang meneror dirinya lewat HP,’‘ kata Elisa.
Bahkan, menurut Elisa, bahwa Leo pernah bercerita kepada dirinya tentang 3 asisten manager di PT RAU yang ingin melamarnya namum ditolaknya karena menurut Leo mereka berbeda keyakinan.
Selain itu, saat ditemukan, kondisi Leo sangat tidak wajar karena sewaktu ditemukan tewas, posisinya tidak tergantung sepenuhnya. Kemudian dibagian pundak, bahu maupun pergelangan terdapat luka.
‘‘Tidak mungkin Leo bunuh diri, karena posisinya tidak tergantung sepenuhnya dan hanya diikat di bagian kepala bukan di leher. Selain itu juga di baju dan HP-nya juga ada bercak darah. Kemudian tanda-tanda orang bunuh diri seperti lidah terjulur, keluar mani dan kotoran dan tubuh tegang itu tidak terlihat, kami sangat yakin bahwa adek kami tidak bunuh diri,’‘ tegas Elisa.
Namun dengan adanya otopsi dari Polda Jambi, pihak keluarga berharap penyebab meninggal Bidan Anita Leonita ini bisa terungkap.
‘‘Setelah satu tahun kami berjuang hingga ke Polda, dan akhirnya dilakukan lah otopsi, kami pihak keluarga berharap nantinya apa yang terjadi kepada adik kami ini bisa terungkap dengan jelas,’‘ pinta Elisa.
Kasus tewasnya Bidan Leonita ini sempat terdiam selama setahun lebih karena pihak Polres Tebo telah memutuskan bahwa Leo bunuh diri. Hal tersebut sangat tidak diterima oleh pihak keluarga bahkan jasad Leo tidak pernah dilakukan otopsi walaupun diakui pihak keluarga sudah meminta untuk dilakukannya. Dari situlah, dengan bukti-bukti yang ada, pihak keluarga langsung mengajukan laporan ke Polda Jambi, dan akhirnya dilakukanlah pembongkaran makam Leo untuk otopsi yang dilakukan Tim Disaster Viktim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumsel, pada Senin 5 September 2016 lalu yang didampingi Polda Jambi dan Polres Tebo. Dengan adanya otopsi ini, pihak keluarga. Berharap misteri Kematian Bidan Cantik Anita Leonita bisa segera terungkap. (bjg)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com