Ilustrasi

Marhaban ya Ramadhan, Marhaban Listrik Padam

Posted on 2016-06-07 10:41:16 dibaca 4614 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Selain inflasi tinggi yang sudah mentradisi, bulan Ramadan juga identik dengan pemadaman listrik.

Hal ini terjadi di Jambi kini. Harga daging melambung, pemadaman listrik tak terbendung. Rakyat menjerit, pemerintah pura-pura sakit. 'Memang sepertinya sudah jadi tradisi yang entah kapan akan berakhir. Setiap bulan Ramadan PLN selalu mematikan listrik di saat warga lagi membutuhkan listrik seperti saat berbuka puasa, taraweh, tadarusan dan lain-lain,' keluh anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi Demokrat, Ahmad Fuad Safari tadi malam (6/6).

Dirinya mengatakan, kondisi seperti ini seolah-olah sudah menjadi rutinitas. Dan anehnya, selalu alasan klasik yang ditonjolkan. 'Perbaikan, interkoneksi (satu gangguan yg lain ikut gangguan) bla bla bla bla bla, sampai kapan hal ini akan terus terjadi,' tukasnya.

Jika pertanyaannya apakah kita spt "terjajah" karena PLN Jambi "blm merdeka" atau masih menginduk ke PLN Palembang, tentu saja pertanyaan itu ada benarnya.
'Tapi jangan rugikan masyarakat atas kondisi tersebut,' tegasnya.

Tadi malam terjadi pemadaman listrik tepatnya di Mayang dan beberapa kawasan lainnya. Kondisi ini juga terjadi di Sungaipenuh. Manager PLN Rayon Sungaipenuh, Sudarmadi mengatakan, pemadaman lebih banyak di bulan Ramadan dikarenakan pemakaian listrik lebih banyak. Sedangkan daya mampu PLN tetap. "Apalagi jam shalat tarawih malam tadi (kemarin,red) luar biasa tinggi pemakaiannya. Terpaksa yang sudah padam siang, malam dipadamkan lagi," ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini pelanggan PLN di Sungaipenuh dan Kerinci 80 ribu pelanggan. Saat beban puncak pemakaian listrik mencapai 22 MW.

Jika saat beban puncak pukul 19.00 - 20.00 malam dan pada pukul 4.30-6.00 pagi masyarakat dapat menghemat pemakaian listrik 100 watt atau satu lampu saja yang dipadamkam per rumah, maka dapat mengemat 8 MW. "Saat beban puncak lampu dipadamkan satu dan TV tidak usah hidup, maka dapat menghemat 8 MW, sehingga kita tidak ada pemadaman," ucapnya.

Saat ini pihaknya juga sedang berusaha mendatangkan dua unit mesin ke Sungaipenuh. Satu unit akan tiba pada 10 Juni dengan kapasitas 2 MW dan dari Muara Labuh Jumat ini akan datang satu unit mesin kapasitas 1,2 MW. "Yang dari Muara Labuh itu kita minta 4 MW, tapi yang dikirim 1,2 MW," ujarnya.

Dengan adanya dua unit mesin ini, diharapkan dapat mengurangi pemadaman. "Beban puncak 22 MW, dibantu 3 MW, tinggal beberapa MW lagi," jelasnya. Daya mampu PLTD Koto Lolo hanya14 MW.

Kadis ESDM Tanjabtim, Yan Rizal sendiri mengaku telah berkoordinasi dengan PLN Ranting Muarasabak. Dari hasil koordinasi pihak PLN berjanji selama pelaksanaan Ramadhan tidak akan ada pemadaman listrik.m"Kalau pun ada itu akan ada pemberitahuan sebelumnya, dan faktor alam," jelas Yanrizal kemarin (6/6).

Namun pihaknya tetap meminta surat edaran dari pihak PLN, mengenai tidak akan adanya pemadaman selama bulan suci Ramadhan. "Kami minta surat edaran dahulu kepada pihak PLN," terangnya.

Sementara, Kepala PLN Ranting Muarasabak Sumardi membenarkan, tidak akan adanya pemadaman listrik selama Ramadhan. "Yang namanya perencanaan tidak akan kami lakukan selama puasa," ujar Sumardi.

Hanya saja, pihaknya tidak dapat berbuat banyak bila listrik padam disebabkan oleh faktor alam, seperti pohon yang menimpa kabel listrik, kabel digigit binatang pengerat dan sebagainya. "Kalau ada pemadaman yang disengaja akan kami beritahukan terlebih dahulu," paparnya. (hfz/dik/yos)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com