Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN - Pasar induk Muara Tembesi akan direvitalisasi pada tahun ini menggunakan dana APBN 2016. Rencananya lahan eks kantor UPTD PdK seluas 1,25 hektar berada tak jauh dari pasar lama, akan menjadi lokasi pembangunan ratusan los dan kios baru.Â
Namun, belakangan ada seorang warga Jakarta mengaku berkuasa atas lahan tersbut. Sehingga, proyek dengan nilai Rp6,1 miliar ini terancam batal.
Kabid Perdagangan Disperindagkop Batanghari, Suparno, mengatakan lelang pembangunan Pasar Baru Muaratembesi yang sedianya dilakukan akhir Mei ini, kemungkinan akan akan ditunda akibat adanya persoalan ini.
"Meski klaim tersebut hanya secara lisan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan bagian aset Pemkab Batanghari. Agar pembangunan pasar baru Muaratembesi tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujarnya.
Karena revitalisasi pasar Muaratembesi menggunakan dana tugas perbantuan dari kementerian koperasi dan UMKM, sambungnya, Pemkab Batanghari diberi waktu untuk segera menyelesaikan sengketa lahan sebelum proses pembangunannya dimulai.
"Sebelum proses pembangunan dimulai, kita harus secepatnya segera menyelesaikan,"ungkapnya.
Terpisah Kabag Aset Pemkab Batangahari, Deni Eko Purwanto membenarkan belum lama ini ada seorang warga Jakarta yang mengaku sebagai ahli waris Mawardi pemilik tanah seluas 1,5 hektare di KM 6 kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muaratembesi.
"lahan ini tak lain merupakan lokasi revitalisasi Pasar Induk Muaratembesi yang akan dibangun ratusan kios semi modern,"jelasnya. (adi)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com