Ilustrasi.

Harga Pinang Anjlok, Petani di Tanjab Barat Menjerit

Posted on 2016-03-06 22:04:35 dibaca 6974 kali

JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Tidak stabilnya harga komoditi pinang di‎ pasar internasional membuat para petani pinang dan pengepul khusus di wilayah Tanjung Jabung Barat menjerit. Bahkan, dalam satu pekan harga pinang ditingkat petani turun hingga Rp2000 sampai 2500 per kilo. Sedangkan harga normal sebelum mengalami penurunan Rp 16000 perkilo dengan kualitas 95 persen. 

Salah satu pengusaha pengepul Pinang, Iwan (36) warga Desa Sungai Saren Parit IV, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjabar, menjelaskan, tidak stabilnya harga pinang di tingkat pengusaha besar di Tanjabbar membuat ia kelimpungan bahkan nyaris merugi. Pasalnya, pembelian di tingkat petani saat ini terbilang tinggi. Sedangkan harga penjualan ditingkat pengusaha besar cenderung turun.

"sudah hampir dua pekan harga pinang ditingkat petani turun dari Rp 2000 hingga 2500 perkilo. Dan kemungkinan besok akan turun lagi. Sekarang kami terpaksa menyetok pinang menunggu harga penjualan kembali normal, dengan tujuan menutup kerugian yang lebih besar," jelasnya.

Dijelaskanya, untuk harga beli dari petani, yang baru dikupas Rp8000, perkilo dengan kualitas (BST) basah total, sementara kualitas Kering atau pinang stok dengan kadar air  5 sampai 3 pesen, dibeli dengan harga Rp 14000 perkilo.

"2 hari yang lalu kita beli Rp16000, sekarang Rp1400‎0 dengan kadar air 3 persen. Sementara harga penjualan selisih Rp1000 atau Rp1500, ya terpaksa kita stok" katanya. (sun)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com