Â
 ‘’Sejauh ini Pajale hanya bisa terealisasi sekitar 50 persen lantaran faktor alam, kemarau panjang yang berimbas pada kekeringan. Dan itu lah menjadi salah satu penyebab utama tidak maksimalnya program unggulan. Secara teknis tidak ada kendala, dan siap tanam. Namun kendalanya tidak sawahnya tidak ada air,†beber Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultural ( PTPH) Kabupaten Merangin, Rumusdar.
Â
Hal senada juga disampaikan Kabid Tanaman Pangan,  Pargito. ‘’Dari target Maksimal 23.589 hektar, hanya terealisasi sebanyak 11.301 hektar, selebihnya dinyatakan gagal.Bahkan dari 11.301 hektar sawah yang bisa ditanami, ternyata 1.818 hektar sawah yang ditanami, jugamengalami kerusakan akibat kemarau. Total kerusakan, 810 hektar rusak ringan, 886 hektar rusak berat dan 122 hektar puso. Jadi hasil panen padi tahun ini tidak maksimal,†ungkapnya.
Â
Selain padi sawah yang gagal, akunya, komuditi jagung juga mengalami penurunan. ‘’Bayangkan dari target 1.166 hektar, meskipun melebihi target tanam 1.324 hektar. Namun dari 1.324 hektar, 295 hektar mengalami kerusakan. Kedelai juga tidak maksimal, dari target 500 hektar dapat terealisasi 420 hektar. 40 hektar rusak sedang, 20 hektar rusak berat dan 20 hektar puso,†tandasnya. (amn)