JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAKÂ - Kepala DPKAD Tanjabtim, Nusirwan, memperikarakan di Tahun 2016, APBD Tanjabtim bakal dibawah Rp 1 trilyun (T). Hal ini disebabkan merosotnya harga minyak dunia, sehingga berpengaruh terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) yang diberikan Pemerintah Pusat. "Sama seperti tahun ini, dari Rp 1 T lebih, APBD menjadi berkurang," katanya.
Â
Mengenai solusi, menurutnya tidak ada, apalagi bila melihat raihan Pendapatan Asil Daerah (PAD) Tanjabtim yang hanya Rp 36 milyar. PAD ini tidak bisa menutupi untuk minyak dan gas. "Sebab selama ini untuk penerimaan kami memang menggantungkan di DBH," jelasnya.
Â
Dampak defisit anggaran ini, sambungnya, berpengaruh terhadap pengerjaan proyek fisik yang telah dianggarkan dalam APBD murni. Berbeda dengan belanja langsung yang memang sudah permanen. "Apa yang sudah dianggarkan di APB murni bakal tertunda dan harus dicoret," terangnya.
Â
Dijelaskannya, defisit Tanjabtim sekitar Rp 120 milyar. Walaupun terjadi peangkasan 35 persen untuk seluruh dinas di Tanjabtim, tapi pengurangan dana ini tidak sebesar dari yang diperkirakan. "Ini karena ada sumber penerimaan lain seperti Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat. Mudah-mudahan persentasi pemotongan tidak sampai 35 persen melainkan hanya 33 persen saja," tutupnya.Â
Â
(yos)