Illustrasi

Tampung Beras Lokal, Bulog Terganjal Persaingan Harga

Posted on 2015-03-19 22:00:52 dibaca 1247 kali

JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL - Meski di Tanjabbar memiliki kondisi pertanian yang baik dan memiliki produksi beras sendiri, namun badan urusan logostik (Bulog) milik pemerintah tak mampu banyak untuk membeli beras lokal. Hal ini disebabkan karena adanya persaingan harga beras. Karena adanya standar harga yang ditetapkan pemerintah, pengusaha beras dari luar daerah selalu yang menguasai.

‘’Jika pemerintah mematok harga beli diangka Rp. 6.500 per kilogramnya. Sementara harga jual petani di Tanjabbar bisa melampaui harga. Kami kalah saing harga, pengusaha dari luar ada yang mampu membeli sampai diharga Rp. 7.500 per kilogramnya, jadi petani lebih memilih harga beli tinggi," ujar Kasub Bulog Drive II Kuala Tungkal, Juliyanto.

Dikatakannya, pengusaha asal  Riau biasanya yang selalu menguasai pasar. Dengan harga beli yang tinggi, petani lebih memilih mereka. Untuk itu, Bulog masih belum mampu untuk mengandeng petani lokal untuk pemenuhan kebutuhan beras di Tanjabar. ‘’Kendati demikian, kami setiap tahunnya masih membeli beras dari petani. Untuk beberapa daerah di Tanjabbar, masih ada petani yang mau untuk menjual berasnya ke Bulog. Walau sedikit, kita tetap juga membeli beras lokal, tentunya yang mau jual dengan harga beli kami," bebernya.

Sejauh ini, katana, Bulog hanya mampu memasok 400 ton beras untuk Tanjabar. Sementara kebutuhan akan beras mencapai 2.000 ton perbulannya. Kekurangan pasokan dari bulog inilah yang menjadi celah bagi pengusaha beras untuk menjual beras mereka ke tanjabbar, termasuk pengusaha yang mendatangkan beras dari luar negeri.

(sun)

 

 

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com