Sutan Adil Hendra (SAH)
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pernyataan Prabowo Subianto tentang analisis yang disampaikan PW Singer dan August Cole dalam Novel Ghost Fleet menarik perhatian berbagai kalangan.
Dalam Novel yang ditulis analisis politik terkemuka Amerika tersebut mengisahkan tahun 2030 terjadi perang antar China dan Amerika Serikat, dimana waktu itu eksistensi Indonesia sebagai negara telah tidak ada.
Menurut mantan Danjen Kopassus tersebut, meski cerita merupakan sebuah novel tapi memiliki dasar analisis yang kuat dari berbagai study tentang ciri - ciri sebuah negara (Failure State).
Analisis inilah yang menjadi kekhawatiran Prabowo Subianto bahwa Indonesia bisa menjadi negara gagal kalau tidak bisa mempertahankan kedaulatannya.
Indikasinya hari ini terlihat jelas, bahwa Indonesia lemah kedaulatan pangan dan ekonomi, percekcokan ideologi, pertahanan hingga hilangnya keadilan penguasaan faktor produksi seperti tanah dan manusia.
Bahkan sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah Indonesia hari ini justru berkutat pada situasi kesenjangan ekonomi yang sangat parah, ekonomi dikuasai segelintir orang, kekayaan nasional mengalir keluar negeri, data terbaru menunjukkan 1000 triliun lebih kekayaan kita dibawa lari ke luar negeri oleh asing.
Berbagai Indikasi inilah yang mendorong keprihatinan Ketua Umum DPP Gerindra tersebut, bahwa Indonesia terancam akan menjadi negara gagal tahun 2030 jika berbagai masalah ketahanan nasional tersebut tidak teratasi.
Bahkan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) terlihat langsung menyikapi masalah pidato Prabowo Subianto itu sebagai bentuk kekhawatiran seorang anak bangsa akan nasib Indonesia.
"Pernyataan Bapak Prabowo Subianto ini memiliki dasar empirik yang kuat bahwa kegagalan suatu negara sangat mungkin terjadi jika kedaulatan dan keadilan telah hilang dalam sistem pemerintahan,†ungkapnya.
Sejarah mencatat negara besar adikuasa seperti Uni Soviet pun hancur karena lemahnya ketahanan ideologi, pangan, ekonomi dan keadilan.
Selain itu kita juga mencatat sejarah Yugoslavia yang juga bubar karena hilangnya rasa nasionalisme di negara mereka.
Mengapa nasionalisme hilang karena hilang keadilan di masyarakat, kondisi ini terjadi di Indonesia sekarang, ungkap Pimpinan Komisi Pendidikan DPR tersebut.
Sehingga SAH menilai apa yang disampaikan Prabowo Subianto sebagai sesuatu yang relevan dengan kondisi bangsa dan tanah air.
"Kita apresiasi kekhawatiran Pak Prabowo Subianto ini sebagai peringatan bagi kita semua, seluruh komponen bangsa Indonesia,†pungkasnya.
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com