JAMBIUPDATE.CO, MUARABULIAN - Terkait Viralnya sarden kaleng mengandung cacing yang pertama kali ditemukan di provinsi riau ternyata juga berimbas di kabupaten batanghari khususnya kecamatan muara bulian, hal ini diketahui setelah dinas Kesehatan kabupaten batanghari pada jumat (23/03) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa mini market yang ada di kecamatan muara bulian.
Â
Alhasil pihak Dinkes Batanghari menemukan pada salah satu mini market dimuara bulian dengan kaleng sarden dengan merek Farmerjack yang mengandung cacing diantara daging tersebut, selanjutnya kaleng tersebut dibawa dan dibuka di kantor dinas kesehatan kabupaten batanghari.
Â
" Iya kita menemukan cacing dalam kaleng sarden diantara daging yang didalamnya, untuk sementara kita belum tau jenis cacing yang terdapat di dalam sarden farmerjack itu, namun hal ini sudah kita laporkan kepada BPOM provinsi Jambi," ujar Kepala Dinkes Batanghari dr. Elfie Yenni.
Â
Dikatakan dr Elfie saat ini belum ada surat edaran resmi dari BPOM, namun ini merupakan bentuk tindakan cepat dari Dinkes Batanghari.
Â
" Setelah kita temukan hal ini, kita akan sebarkan surat edaran kepada seluruh mini market dan toko sembako lainnya untuk tidak menjual sarden dengan 3 yang dilarang BPOM," sebutnya.
Â
Adapun 3 jenis merk sarden tersebut yakni Merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356;
Â
Merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020; dan
Â
Merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-. (rza)