Adirozal dan Monadi.

Plus Minus Adi Rozal dan Monadi, Baca di Sini

Posted on 2018-01-07 11:28:40 dibaca 3021 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Head to head Adirozal-Ami Taher dan Monadi Edison di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci 2018 benar-benar terjadi. Dua pasangan ini sudah memastikan perahu menyusul rampungnya dukungan Gerindra dan Golkar di bumi Sakti Alam Kerinci yang diterima, Jumat (5/1) kemarin.

Petahana Adirozal-Ami Taher hanya didukung tiga parpol koalisi, yakni PAN 4 kursi, PPP 3 kursi dan Hanura 1 kursi dengan total 8 kursi parlemen. Pasangan ini tetap sudah memenuhi syarat minimal dukungan untuk mencalonkan diri, meskipun masih ada dua parpol masih tersisa yakni PKB 2 kursi dan PBB 1 kursi.

Monadi-Edison didukung koalisi besar dari partai Golkar 5 kursi, Gerindra 5 kursi, PDIP 4 kursi, NasDem 2 kursi, Demokrat 3 kursi dan PBB 1 kursi. Pasangan ini sudah mendapatkan total 20 kursi, melebihi syarat minimal untukmendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

BACA JUGA : Ami Taher Diprediksi Ungguli Edison di Wilayah Tengah, Simak Penjelasannya

Ini membuat pertarungan sengit Adirozal-Ami Taher dan Monadi-Edison untuk berebut dukungan masyarakat semakin terbuka. Keduanya bergerak menggalang kekuatan, mulai dari elit politik hingga tokoh agar bisa mendulang suara pada hari pemungutan suara nanti.

Bahkan sengitnya pertarungan kedua pasangan ini dipredikasi membuat suara Tanah Sekudung di Kecamatan Siulak dan Siulak Mukai (Kerinci Mudik) terbelah. Begitu pula dengan suara Tigo Luhah Semurup di Kecamatan Air Hangat, Air Hangat Barat termasuk Depati Tujuh (Kerinci Tengah) juga terpecah.

Pertarungan Adirozal-Ami Taher dan Monadi-Edison diwilayah Mudik dan Tengah merupakan adu kekuatan figure. Siapa yang direstui tokoh dan masyarakat Tanah Sekudung dan Tigo Luhah Semurup setidaknya akan berpengaruh untuk memuluskan langkah memimpin Kerinci 5 tahun kedepan.

Namun yang tidak kalah pentingnya, dukungan Hilir yang meliputi Kecamatan Air Hangat Timur, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Gunung Raya, Keliling Danau dan Sitinjau Laut harus bisa disatukan. Karena batalnya Zainal Abidin (ZA) dan H. Tafyani Kasim mencalonkan diri membuat Hilir menjadi suara tidak bertuan.

Berdasarkan data DPT Pilkada Gubernur 2015 lalu, 37 persen pemilih atau sekitar 81.677 suara bermukim di Hilir, terbanyak jika merujuk basis wilayah.

Begitu juga dengan wilayah Kayu Aro, Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat dan Gunung Tujuh. Empat Kecamatan ini juga harus mendapatkan perhatian karena sedikit banyak juga memiliki andil besar untuk memenangkan pertarungan dengan persentase pemilih 12 persen atau sekitar 25.376 pemilih. Sisanya, Kerinci Hulu 27 persen (59.753 pemilih), Kerinci Tengah yakni Air Hangat dan sekitarnya 24 persen pemilih (51.875 pemilih).

Pengamat politik Hadi Supropto Rusli (HSR) menilai, head to head terkadang dihindari pasangan petahana karena cukup riskan. Apalagi di Kerinci, tingkat kepuasan terhadap petahana berada di bawah 50 persen dan tingkat keinginan masyarakat untuk kembali dipimpin oleh petahana di bawah 25 persen.

“Kalau mengacu pada Kerinci, secara teori lebih menguntungkan penantang. Karena kepuasan terhadap petahana cukup rendah,” ujarnya.

Namun petahana juga memiliki kekuatan lebih karena masih memimpin. Bisa jadi kepuasan itu meningkat dengan strategi yang dikemas secara baik. “Bisa meningkat, jika Ami Taher yang digandeng mampu menyakinkan masyarakat. Setidaknya ini bisa berpengaruh,” ucapnya.

Peneliti Indo Barometer ini menyebutkan yang perlu menjadi perhatian adalah Keinci Hilir karena wilayah ini tidak mengusung calon. Berdasarkan data yang dimilikinya, suara Monadi cukup kuat dan menyebar di dua wilayah ini

"Petarungannya tentu ada di Hilir. Kalau dari data sebelumnya, Monadi cukup kuat karena suaranya menyebar,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Kayu Aro yang merupakan lumbung suara etnis Jawa yang juga sepertinya cenderung mendukung Monadi. Tapi suara itu tidak bisa menjadi patokan, karena etnis Jawa lebih cenderung mecari aman dalam mengusung kandidat.

“Terutama di daerah Sumatera, biasanya suara Jawa lebih memilih ikut yang menang. Suara mana yang menguat maka dia kesana, jadi belum bisa jadi patokan,” jelasnya.

Bagimana dengan Kerinci Mudik dan Tengah ? Hadi menyebutkan, di wilayah Mudik terutama Siluak, dukungan akan terbelah. Karena Adirozal dan Monadi memiliki basis berbeda walaupun maju dari daerah yang sama. “Suara Siulak itu terbelah, Monadi dan Adirozal memiliki basis yang berbeda. Dukungan itu cukup kuat,” ucapnya. (aiz)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com