Ilustrasi
Â
JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Mutu kualitas karet di Kabupaten Sarolangun, ternyata masih tergolong rendah karena hasil sadapan yang kurang baik. Akibatnya, harga penjualan petani karet menurun ditingkat penampung. Hal tersebut diakui langsung oleh Kholidi, Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sarolangun, saat dikonfirmasi awak media.
"Untuk saat ini harga komoditi karet di tingkat tengkulak bervariasi, dari harga Rp.5.500 hingga Rp.7 ribu, tergantung kualitas karet itu sendiri,"kata Kholidi.
Disampaikannya, pihak Disperindag sendiri sudah sering menghimbau kepada petani untuk menjaga mutu karet yang disadap, karena jika kualitasnya tinggi, maka harganya bisa diatas standar.
"Perlu kita ketahui bersama, Kabupaten Sarolangun merupakan salah satu daerah yang kaya akan perkebunan karet, namun masih ditemukan adanya perilaku petani yang kurang kooperatif ataupun tidak mementingkan kualitas, namun lebih mengarah pada kuantitas,"paparnya.
Dan diakuinya, pihak Disperindag juga masih banyak menemukan adanya karet yang dicampur pasir, kulit kayu dan batu termasuk plastik.
"Untuk para petani karet, mulai lah merubah perilaku yang tidak baik tersebut, dengan mementingkan kualitas, sebab dengan kualitas karet yang bagus bisa meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri. Dan saya rasa percuma saja timbangannya banyak namun dihargai sangat murah, lebih baik sedikit tapi harga menggairahkan,†harapnya.
(hnd)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com