Pengankut gas elpiji 3 kilogram melansir tabung gas dari pasar ke kepal tongkang untuk dibawah ke Tanjung Jabung Timur. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Pengawasan pemakaian gas elpiji 3 kilogram oleh pihak terkait tampaknya masih lemah. Beberapa kalangan menengah ke atas masih saja menggunakan elpiji 3 Kg untuk kebutuhan rumah tangga.
Pemakaian menjadi tidak terkontrol. Warga miskin yang berhak menggunakan elpiji 3 Kg menjadi kesulitan. Selain sulit, harga juga jauh dari HET.
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengaku telah melaporkan masalah kelangkaan elpiji 3 Kg ke Kementerian. Itu dilakukan karena masyarakat yang berhak mendapatkan jatah gas bersubsidi merasa kesulitan untuk mendapatkannya.
Menurutnya, gas elpiji 3 kg masih banyak digunakan oleh orang kaya, pelaku usaha, seperti restoran, cafe, rumah makan dan pelaku usaha UMKM atau IKM. “Ini tidak boleh,†tegasnya.
Sejauh ini pemerintah belum mengalokasikan elpiji 3 Kg untuk para pelaku usaha. Jatah untuk warga miskin diambil oleh para pedagang dan orang kaya.
“Saya juga berharap perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian untuk mengalokasikan gas khusus 3 kg untuk para pelaku usaha kecil menengah,†pungkasnya. (hfz)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com