JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA-Pimpinan komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) meminta pemerintah jangan ragu berinvestasi pada bidang pendidikan. Hal ini ia sampaikan dalam rapat prioritas anggaran mitra kerja komisi X di Gedung Nusantara Senayan Jakarta (2/9) kemarin.
Â
Pernyataan ini sendiri lahir untuk menanggapi rencana kerja dan program prioritas APBN bidang pendidikan yang makin lari dari usaha percepatan mutu pendidikan secara nasional.
Â
"Kita melihat program yang diusulkan pemerintah makin lari dari usaha percepatan mutu pendidikan nasional. "
Â
Indikasi hal ini menurut Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu, terlihat rencana rasionalisasi secara besar - besaran anggaran dan program pelatihan dan peningkatan kapasitas guru serta peningkatan sarana prasarana sekolah oleh pemerintah.
Â
Akibatnya dari rasionalisasi ini target capaian mutu pendidikan secara nasional menjadi melemah, karena tahapan mutu tersebut membutuhkan program dan anggaran secara berkelanjutan.
Â
"Kita setuju ada evaluasi terhadap mutu guru dan sekolah tetapi evaluasi tersebut hendaknya bertujuan untuk perbaikan, bukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan program yang telah berjalan."
Â
Sehingga akibat dari kebijakan ini sekarang banyak issu yang tidak jelas di masyarakat seperti dihapusnya sertifikasi guru, pengurangan item - item pendanaan BOS hingga tunjangan kesejahteraan guru swasta.
Â
Alasan pemerintah yang mengatakan evaluasi dilakukan karena belum melihat dampak signifikan mutu pendidikan dengan program yang dijalankan selama ini, menurutnya salah satu bentuk keraguan pemerintah untuk melakukan investasi pada bidang pendidikan.
Â
"Pemerintah terlihat ragu untuk mengakselerasi mutu pendidikan karena hasilnya tidak langsung tampak jika dibandingkan dengan membangun infrastruktur fisik, dan ini merupakan satu kemunduran berpikir yang harus kita benahi,†tegasnya.
Â
Karena jika masih ada ruang ragu dalam pembangunan pendidikan berarti ada ketidakkonsistenan kita untuk menyiapkan masa depan bangsa, harus kita kasih batas akan wacana ini, tegasnya. (ist)