Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Nasib para petani Cabe di wilayah Kabupaten Kerinci semakin terpuruk. Pasalnya, harga cabe tak kunjung naik, dan malah harganya terus turun. Konidis ini membuat mereka tidak semangat lagi untuk menanam cabe.
Saat ini, harga cabe hanya Rp 10 Ribu perkilo. Karenanya, para petani merelakan cabenya membusuk di ladang, dari pada harus mengeluarkan upah panen yang membuat mereka merugi.
Seperti dikatakan Husni, petani cabe asal Desa Selampaung, Kecamatan Bukit Kerman, Kerinci. Setelah melakukan panen, dengan luas cabe yang ia miliki hampir 1 hektar tersebut, ia hanya mendapatkan untung hanya Rp 50 ribu.Â
"Saat panen pertama, hasil yang didapatkan 3 karung cabe, dengan upah mencapai Rp 450 ribu. Setelah dijual hasilnya cuman Rp 500 ribu, hanya untung 50 ribu," ujar Husni.
Namun sambung Husni, jika dihitung dengan modal disaat menanam hingga perawatan, maka hampir semua petani saat ini dalan keadaan merugi.Â
"Kalau luas cabe 1 hektar, itu modalnya berkisar Rp6 juta. Jika dibandingkan harga cabe saat ini, lebih baik kita biarkan cabe membusuk, dari pada rugi," ungkapnya. (adi)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com