Anggota DPR RI, Sutan Adil Hendra.

SAH : Angka Pengangguran Terdidik di Tanah Air Sangat Meresahkan

Posted on 2017-08-18 08:51:04 dibaca 2769 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Penurunan daya beli yang terjadi saat ini disebabkan penambahan angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Analisa ini di sampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) kemarin (14/8) di Jakarta.

"Penurunan daya beli sangat berkorelasi pada tingkat angka pengangguran terdidik di tanah air, karena pengangguran ini sebelumnya adalah mereka yang memiliki pekerjaan, namun harus berhenti bekerja, sehingga tidak memiliki pendapatan lagi untuk di konsumsi."

Hal ini perlu diantisipasi pada sektor - sektor usaha yang mengalami perlambatan. 

Bahkan SAH yang merupakan pimpinan Komisi X DPR RI ini menegaskan, daya beli yang melemah disebabkan karena pendapatan masyarakat yang juga makin kecil atau tidak punya sama sekali.

"Pemerintah kerap berkilah angka pengangguran terbuka menurun tetapi justru angka pengangguran terselubung meningkat, produktivitas turun, pekerjaan yang mestinya selesai untuk satu orang dikerjakan tiga orang, otomatis upahnya juga di bagi tiga, jelasnya."

Artinya sejarang banyak masyarakat yang tidak punya pekerjaan, atau pengangguran, inilah yang memicu penurunan daya beli, counter - counterdi mall banyak kosong, barang dagangan tidak laku.

Fenomena melemahnya daya beli ini dapat dengan mudah dilihat di pusat - pusat retail seperti Tanah Abang, Glodok, Kemayoran bahkan mall - mall besar seperti ITC dan WTC Mangga Dua Jakarta.

Bahkan menurut anggota Fraksi Partai Gerindra itu, dalam tiga tahun ini kinerja industri terus menurun, konsekuensi penyerapan tenaga kerja juga menurun, padahal sektor inilah pembuat lapangan kerja secara nasional.

Di samping SAH juga menyoroti tentang upah nominal yang naik tapi secara riilmengalami penurunan karena inflasi yang tinggi.

"UMP kita tiap tahun naik tapi jika dikaji sebenarnya upah riil kita menurun di semua sektor karena infalasi”, jelas legislator yang berlatar belakang pengusaha ini.

Untuk itu SAH meminta segera melakukan langkah - langkah untuk mengantisipasi masalah daya beli, penganguran dan penurunan konsumsi masyarakat akibat lesunya perekonomian nasional.

"Perlu diantisipasi melalui program pemberdayaan padat karya yang melibatkan masyarakat secara aktif agar mereka berpenghasilan, bukan justru pemerintah mengambil hutang dan membiarkan para tenaga kerja asing menikmati upah dari hutang yang kita lakukan."

Ini perlu diperhatikan sebelum kita terperosok ke jurang krisis ekonomi, akibat desain kebijakan yang salah kelola, tandasnya.(*/wan) 

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com