Kedua mempelai saat mengantar jadah kerumah salah satu keluarga.
JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO- Masyarakat Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Muara Bungo memiliki tradisi unik. Tradisi itu adalah mengantar jadah (dodol) kerumah keluarga oleh pengantin pria dan juga wanita setelah melangsungkan prosesi akad nikah danwalimatulurus.
Tradisi ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini, tradisi leluhur itu masih terjaga dan dilaksanakan para generasi penerus.
Menurut Akhmad Ramadhan, tokoh Kecamatan Tanah Sepenggal mengatakan, tradisi mengantar jadah bretujuan untuk memperkenalkan masing- masing pasangan. Dalam pertemuan itu dihidangkanlah makanan khas kepada pihak keluarga.
"Kalau saat resepsi pastinya tidak semua keluarga yang bisa ikut. Jadi usai melaksanakan pesta pernikahan kedua pasangan ini wajib mengantar jadah kerumah-rumah keluarga. Tujuanya untuk memperkenalkan pasangan," ujarnya.
Alumnus jurusan Sejarah Universitas Batanghari ini menjelaskan, kedua pasangan pengantin baru ini tidak hanya berdua dalam mengantar jadah. Namun, juga ditemani oleh beberapa orang pihak keluarga.
"Jadi pengantin membawa jadah ini dalam sebuah loyang. Nantinya pihak keluarga yang didatangi akan kembali mengisi tempat jadah yang diberikan, isinya beragam, bisa saja kain, perhiasan ataupun sejenis sembako ," jelasnya.
Uniknya lagi, tradisi mengantar jadah ini tidak bisa dilakukan sembarangan hari. Pasangan pengantin diperbolehkan mengantar jadah hanya setiap hari Jumat.
Jika dalam satu hari belum semua rumah keluarga yang bisa didatangi, maka akan dilanjutkan pada hari Jumat berikutnya. "Kadang bisa sampai empat atau lima kali hari jumat. Lama waktu ini tergantung banyaknya jumlah keluarga. Sementara untuk menyiapkan jadah adalah kewajiban pihak keluarga perempuan ," sebutnya.
Meksi masih dilakukan hingga saat ini, Ramadhan khawatir tradisi leluhurnya perlahan tergerus oleh budaya luar.  "Tradisi bertujuan dangan maksud yang positif. Selain silaturahmi, tradisi ini untuk memperkenalkan pasangan kepada pihak keluarga,†katanya.
Sebagai panutan dari masyarakat, Ramadhan berharap agar tradisi ini terus dijaga. Karena ancaman dari budaya luar selalu mengincar dan bisa membuat kearifan lokal menghilang.
“Saya berharap tradisi ini tidak akan hilang terkikis waktu ," pungkasnya. (ptm)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com