JAMBIUPDATE.CO, JAMBI -Salah satu bakal calon Walikota Jambi dr. H. Maulana memilih mendaftar ke Partai Amanat Nasional (PAN) di detik - detik akhir penutupan masa akhir pendaftaran (31/7) Senin malam kemarin.
Calon kuat walikota Jambi yang juga merupakan pemilik Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Annisa tersebut mengakui sebelum mengembalikan formulir pendaftaran ke partai besutan Zulkifli Hasan itu dirinya banyak mendapat dorongan semangat dari berbagai tokoh masyarakat, pemuda, alim ulama maupun para kaum cendekia.
"Memang sehabis Isya saya dan tim direncanakan langsung menuju kantor DPD PAN kota Jambi untuk mengembalikan formulir, tetapi karena banyak tamu yang datang untuk memberikan pandangan, dorongan serta doa terkait langkah politiknya, akhirnya saya baru bisa mengembalikan Formulir jelang tengah malam," ungkapnya.
Meskipun pada akhirnya PAN memperpanjang masa pendaftaran suami dari dr. hj. Nadiyah. SP.OG itu mengaku tidak mempersoalkan kebijakan tersebut.
"Diperpanjang atau tidak saya telah menujukkan itikad persahabatan dengan saudara - saudara di PAN, dan tentunya saya menghormati keputusan dan mekanisme di sana secara penuh," katanya.
Terkait dengan saran dan masukan berbagai tokoh masyarakat jelang pengembalian formulir ke PAN tersebut dr. Maulana mengakui sebagian besar berupa dukungan pada dirinya untuk mendaftar ke partai di pimpin oleh Zumi Zola tersebut.
"Terus terang pertimbangan para tokoh malam itu memang menginginkan adanya dukungan politik yang kuat dari berbagai kekuatan politik di Jambi, termasuk PAN yang di ketuai H. Zumi Zola yang juga Gubernur Jambi," imbuhnya
Sehingga selaku pribadi dr. Maulana mengakui dirinya menginginkan dukungan politik yang kuat dari semua partai politik dalam pilwako 2018 nanti, apalagi saya memang memiliki hubungan yang cukup baik dengan kawan - kawan PAN.
Langkah politik ketua ICMI kota Jambi ini dinilai pengamat politik dari Lembaga Kajian Persepsi Regional (LKPR) Reno Noverdi sebagai suatu ikhtiar yang berani dan simpatik dari seorang dr. Maulana selaku calon walikota.
"Mendaftar di PAN merupakan langkah politik yang berani dan simpatik dari dr. Maulana, berani karena langkah ini seolah beliau ingin keluar dari blok politik pilwako Jambi yang sudah terbentuk," ujarnya.
Karena menurut peneliti yang kenyang makan garam menekuni dinamika pilkada ini, di pilwako 2018 persepsi publik mengatakan ada kelompok tiga blok kekuasaan yang saling bersaing baik itu petahana sendiri, ada blok pak Abdullah sani dan juga blok kekuatan keluarga besar Zumi Zola dengan PAN nya.
"Diantara blok politik inilah saya melihat dr. Maulana memainkan langkah politik yang simpatik untuk merangkul semua kekuatan yang sampai hari ini selain petahana, masih terlihat mencari bentuk koalisi," bebernya.
Terlepas apapun nanti keputusan PAN, dosen Unbari ini mengatakan, dr. Maulan telah memberi tawaran yang simpatik untuk bersama membangun Jambi dengan kaolisi yang coba ia bangun.
Disinilah nilai moral yang berhasil diÂ
mainkan Maulana dalam merangkul dan bersama untuk kepentingan pemerintahan Kota Jambi. (*/wan)