Ilustrasi.

Menakar Kekuatan Incumbent di Pilkada Jilid III, Pengamat : Kepuasan Publik Jadi Penentu

Posted on 2017-04-13 10:53:17 dibaca 1873 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pilkada jilid III 2018 akan dimulai Oktober 2017. Ada tiga Incumbent yang bakal maju. Mereka akan dihadang kekuatan penantang untuk kembali memegang tampuk pimpinan.

Seperti di Kerinci, Incumbent Adi Rozal berpelung bersaing dengan beberapa nama, seperti, Zainal Abidin, Monadi Murasman dan Candra Purnama. Di Merangin, Incumbent Al Haris menghadapi kekuatan besar, seperti, H Nalim, Syukur, Fauzi Ansori dan H Salam.

Sedangkan di Kota Jambi, Incumbent Sy Fasha, juga tak boleh lengah. Fasha berpeluang berhadapan dengan Abdullah Sani, Zumi Laza, Maulana, Efendi Hatta dan M Nasir.

Incumbent harus berpikir keras. Bila lengah, bukan tidak mungkin akan tergeser dan gagal mendapatkan kesempatan kedua kaliunya untuk melanjutkan tugas sebagai Kepala Daerah. Akan tetapi, kekuatan Adi Rozal, Al Haris maupun Sy Fasha masih cukup potensial untuk bisa melanjutkan kepemimpinannya. Kekuatan meraka masih cukup dominan, baik itu dukungan masyarakat dan dukungan Parpol.

Incumbent Adi Rozal sendiri memiliki basis di wilayah Kerinci Mudik khusunya yang tersebar di Kecamatan Siulak dan Siulak Mukai. Kemudian Partai Politik pada 2013 lalu juga masih berpeluang memberikan dukungan, diantaranya, Demokrat dan Gerindra.

Sedangkan Al Haris juga masih cukup potensial, karena memiliki basis di daerah Luhak 16, Sungai Manau dan Kota Bangko dengan jumlah penduduk terbesar. Kemudian Al Haris juga berpeluang diusung Golkar dan PKS.

Selanjutnya, Sy Fasha yang juga memiliki dukungan cukup kuat. Hal itu dinilai banyak pembangunan Kota Jambi yang sudah berubah. Begitu pula dukungan Golkar dan beberapa partai pengusung lainnya pada 2013 lalu.

Pengamat Politik Hadi Suprapto Rusli mengatakan, dalam konteks Pilkada, peluang Incumbent memang relative lebih dominan. Karena Incumbent memiliki kekuatan struktural dibanding panantang lain.

“Incumbent memilki kekuatan dominan dari kandidat lain. Dia memilki keleluasaan dan lebih mudah untuk besosialisasi,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan Incumbent itu diukur dari tingkat kepuasaan public terhadap kepemimpinannya. Bila kepuasan itu tinggi, maka, peluang Incumbent untuk bisa meraih dua perionde kepemimpinannya sangat terbuka.

“Kekuatan Incumbent itu diukur dari tingkat kepuasaan publik. Kalau publik puas dengan kepemimpinannya, maka, peluangnya besar,” katanya.

Hadi menjelaskan, untuk posisi aman, kepuasan masyarakat itu harus berada di angka 80 persen. Bila mencapai angka itu, tentu publik masih menginginkan kepemimpinannya kembali.

“Idealnya harus berada pada angka 80 persen. Jumlah itu aman dan peluangnya besar,” katanya. (aiz)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com