Satu unit eskavator yang digunakan untuk melakukan aktifitas PETI di Sungai Batang Pelepat terseret ganasnya arus sungai. Hingga saat ini, alat berat bernilai milyaran rupiah tersebut belum dievakuasi oleh sang pemilik, posisinya masih berada di tengah sungai dengan posisi terbalik.
Â
Udin salah satu warga Kecamatan Pelepat mengatakan eskafator tersebut saat terjadinya banjir sedang tidak beroperasi karena dalam keadaan rusak. Namun, posisinya berada di pinggir sungai.
Â
"Eskavator tersebut sudah beroperasi sekitar empat bulan, tidak pernah terjadi penindakan, selain tempatnya jauh dari kota, diduga juga ada permainan beberapa pihak sehingga bisa beroperasi dengan aman," ucap Udin, Selasa (28/3)
Â
Udin berharap, pihak terkait dapat menyita eskavator tersebut. Tujuannya, agar alat berat tersebut tidak digunakan lagi oleh sang pemiliknya untuk kegiatan ilegal. Selain itu, Udin berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pelaku ilegal lainnya. (ptm)
Â