Betapa tidak dalam sosialisasi itu SAH mengadopsi konsep OK OCE yang merupakan program kampanye unggulan dari calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies - Sandi.
OK OCE adalah singkatan dari One Kecamatan One Centre Of Entrepreneurship yang bertujuan mencetak wira usaha baru ditiap kecamatan.
Â
Menurut satu - satunya legislator asal Jambi yang menjabat pimpinan komisi DPR RI itu setidaknya ada dua nilai dari program OK OCE yang bisa di adopsi RUU sistem perbukuan.
Â
Nilai pertama adalah semangat pemerataan atau ketersediaan buku di tiap daerah dari kota hingga desa.
Â
" OK OCE semangatnya pemerataan jumlah wira usaha di tiap kecamatan, sedangkan RUU sisbuk juga menginginkan ketersediaan buku yang merata di tiap wilayah tanah air. "
Â
Sedangkan nilai kedua adalah semangat untuk membangkitkan keberdayaan masyarakat.
Â
" Jika OK OCE nya pak Anies Sandi ingin memberdayakan ekonomi masyarakat Jakarta, RUU sisbuk ingin memberdayakan potensi masyarakat melalui literasi yang kuat. "
Â
Kegiatan sosialisasi RUU Sisbuk ini sendiri dilaksanakan dari tanggal 12 hingga 14 di berbagai sekolah dan para stake holders pendidikan di Jambi.
Â
Jadi kata kunci dari RUU Susbuk ini bagaimana buku bisa masuk klasifikasi murah, mutu dan merata di seluruh pelosok negeri.
Â
Jika buku busa murah, ada bahan bacaan yang bermutu dan merata Indonesia akan mengalami booming literasi.
Â
"Ilmu berkembang, daya saing meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga makin membaik. "
Â
Sehingga semangat OK OCE pak Anies Sandi ini juga menjadi tujuan idiil RUU sistem perbukuan, pungkas SAH.(*/mus)
Â