JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Laporan Oxfam Indonesia bersama Internasional Forum NGO On Indonesia Development (INFID) Februari 2017 mengenai ketimpangan di Indonesia menjadi anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).
Menurutnya hal ini harus mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan khususnya pemerintah, dewan, akademisi maupun masyarakat lainnya.
Betapa tidak dalam laporan Oxfam dan INFID tersebut menunjukan jurang antara orang kaya dan miskin di Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Â
" Ketimpangan di Indonesia memburuk, bayangkan harta 4 orang terkaya di Indonesia setara dengan gabungan dari harta 100 juta orang miskin di republik ini, jelasnya. "
Â
Bahkan menurut pentolan komisi X ini kesenjangan ekonomi ini ternyata telah memicu ketimpangan di bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kenyamanan.
Â
Maka SAH dengan nada prihatin mengatakan dewasa ini kita harus jujur mengakui bahwa telah terjadi ketimpangan yang multi dimensi di tanah air.Â
Â
" Kesenjangan membuat adanya perbedaan kualitas hidup yang kentara di Indonesia. "
Â
Contohnya menurut SAH tak usah jauh ketika fenomena penuh berjubelnya restoran orang untuk makan, disekitarnya masih banyak orang miskin yang tidak makan apalagi bisa menikmati makanan yang biasa kita santap. "
Â
Selain itu dalam hal pendidikan di Jakarta ada sekolah yang SPP nya 50 juta perbulan, sementara banyak sekolah yang kursi dan meja belajar saja tidak ada.
Â
Contoh itu hanya gambaran kecil betapa ketimpangan yang multi dimensi di Indonesia makin memburuk.
Â
Untuk itu SAH meminta pemerintah melihat masalah ini secara lebih utuh dan bernurani, harus ada upaya yang lebih radikal dan efektif menangkal masalah ini.
Â
Perbaikannya harus komprehensif dan mendasar dari bagaimana ada akses kepemilikan masyarakat terhadap faktor produksi seperti tanah, modal dan keahlian.
Â
Jangan justru mengeluarkan kebijakan yang terlalu memberi ruang bagi korporasi yang justru makin melebarkan ketimpangan ini.
Kita harus hentikan fenomena kesenjangan ini demi Indonesia yang berkeadilan, pungkasnya.(*/wan)