Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kebijakan Pemerintah Pusat memangkas dana transfer ke daerah berdampak ke semua sektor. Begitu juga bisnis perhotelan di Provinsi Jambi.
Pasalnya, saat inipengusaha perhotelan di Jambi mulai khawatir dikarenakan pendapatan Hotel tak hanya mengandalkan pendapatan dari tamu yang menginap. Pendapatan juga dari kegiatan seminar, lokakarya, pelatihan dan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah.
Apalagi Pemerintah Provinsi Jambi sudah melarang SKPD melakukan kegiatan di Hotel. “Kalau rapat manfaatkan dikantor jangan di hotel lagi,†kata Sekretaris Daerah, Ridham Priskap.
Dengan adanya penghematan anggaran seperti sekarang ini, bisa dipastikan bisnis perhotelan di Jambi akan mengalami kelesuan yang berdamapak turunnya Omset.
Haris Ihzar, Sekretaris PHRI Provinsi Jambi mengatakan, saat ini Hotel di Kota Jambi sedang penuh. Namun jika kegiatan pemerintah dilarang dilakukan di Hotel, akan berdampak signifikan. “2014 lalu pernah dilarang, penurunan mencapai 40 persen,†tegasnya.Â
Keterisian Hotel di Kota Jambi, kata Haris, 30 persennya dikuasi oleh pemerintah. “Kalau acara tidak di Hotel lagi akan berdampak signifikan. Kita pasti khawatir,†akunya.
Hanya saja dia berharap Pemerintah Provinsi Jambi tidak melarang kegiatan dilakukan dihotel. Biasanya, pihak dinas mengadakan acara terlebih dahulu, setelah ada pencarian baru dibayar.
“Mungkin ada keraguan dari pemerintah, karena takut tidak ada pembayaran di Desember nanti,†ujarnya. (fth/yni)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com