‎
JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Permasalahan dugaan penyerobotan lahan warga di Kecamatan Pelepat oleh PT Citra Sawit Harum (CSH) terus bergulir. Seorang kakek tua bernama Lukman bahkan sampai pergi ke Jakarta untuk mencari keadilan.
Â
Ketika diwawancarai awak media, Lukman mengatakan, bahwa di Kabupaten Bungo sudah tidak ada lagi rasa keadilan. Aparat penegak hukum bagaikan sudah tidak peduli lagi dengan nasibnya yang harus kehilangan kebun pribadinya seluas 12 hektar berisikan karet yang di serobot oleh PT CSH.
Â
"Saya sudah puas untuk mencari keadilan, bahkan saya juga sudah sampai ke Jakarta untuk mencari keadilan. Saya sudah pernah juga lapor ke Polres Bungo," katanya.Â
Â
"Meskipun Saya punya sporadik sebagai bukti kepemilikan, malahan polisi disana bilang kepala desa kami yang bodoh, polisi di Bungo ini bela yang bayar, bukan bela yang benar," kata Lukman sembari menahan emosi.
Â
Dikatakannya, pihak perusahaan sudah sangat semena-mena, saat warga menuntut hak mereka yang dirampas oleh pihak perusahaan, malah pihak perusahaan menantang masyarakat untuk menuntut haknya kemana saja.
Â
"Pihak perusahaan itu bilang kepada kami, silahkan masyarakat mau lapor kemana saja, pihak perusahaan tidak takut. Karena pihak perusahaan punya polisi, dan juga punya jaksa untuk membelanya ," jelasnya.
Â
Sayangnya saat dikondirmasi terkait permasalahan tersebut kepada pihak PT CSH tidak satupun yang bisa ditemui. Dikonfirmasi via seluler, Humasnya Robert tidak ada jawaban. (hnd)