SAH
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Permainan Pokemon GO ini, juga menimbulkan kekhawatiran ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra (SAH).Menurutnya permainan tersebut bukanlah budaya Indonesia, dan bisa membuat para anak-anak wajib belajar 12 tahun lupa akan pelajarannya, sehingga prestasi akademis pun menurun.
"Itu tentunya sangat merugikan bagi masa depan anak-anak kita," ujar Politisi Gerindra ini. Untuk itu, Politisi Dapil Jambi ini menghimbau kepada seluruh pelajar jangan membiasakan diri untuk bermain game, perbanyaklah belajar, isilah kegiatan lainnya dengan positif seperti ke pramukaan dan agama.
Juga kepada stek holder baik itu pihak Dinas Pendidikan, sekolah maupun orang tua murid, untuk selalu mengawasi anak-anaknya, dan melakukan filter atau penjelasan mengenai dampak positif dan negatif dari suatu teknologi.
"Apalagi permainan Pokemon ini, anak-anak diiming-imingi mendapatkan imbalan berupa point, itu membuat stimulus mereka semakin terus ingin memainkannya, jadi kencanduan. Perlu diketahui permainan ini dibuat oleh negara asing, bisa saya simpulkan ini merupakan stratagi asing untuk menjajah kita melalui IT. Dengan membuat anak-anak kita tidak berprestasi," pungkas SAH. (dez)
Â
Â
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com