JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kondisi pelabuhan LASDP Kualatungkal, Atau yang biasa di sebut pelabuhan Lasdap Kualatungkal kondisinya menghawatirkan. Pasalnya, pondasi jembatan yang menghubungkan jembatan WFC dengan pelabuhan lasdap kondisinya mulai amblas. Bahkan disinyalir bisa membahayakan penumpang.Â
Dari pantauan Jambi Ekspres, pondasi jembatan memang nampak miring, Bahkan  jembatan besi yang menyeberangkan dua jembatan juga nampak tergantung. Kondisi ini juga dinilai dapat membahayakan keselamatan para pengguna pelabuhan baik para pengusaha angkutan laut bahkan para penumpang. ‎
Kondisi ini pun dibenarkan kepala UPTD LLASP Tanjabbar N. Manalu, yang mengatakan jika kemiringan jembatan antara pelabuhan WFC dan pelabuhan LLASP memang nampak signifikan. Bahkan kondisi ini sempat membuat pihaknya kawatir akan keselamatan para penguna pelabuhan.
Selain Mengoprasikan dan memantau aktifitas pelabuhan hingga administrasi pelabuhan, ia dan petugas lainnya secara otomatis merupakan pihak yang bertanggung jawab akan keselamatan para pengguna jasa pelabuhan. ‎
"Ya memang miring, bahkan kalau kalau kita melintas diatasnya, juga nampak jelas, " Ujarnya Senin (18/7) kemarin.Â
Ia menambahkan, untuk aktifitas pelabuhan baik keberangkatan maupun kedatangan, untuk saat ini masih terbilang aman, tidak terganggu dengan kondisi tersebut.Â
"Kalau untuk aktivitas pelabuhan masih berjalan normal, tapi tetap kita khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, " tukasnya.Â
Sementara Alim, salah satu pengguna pelabuhan mengatakan, dari awal pembuatan jembatan hingga sekarang, kemiringan pelabuhan makin jelas terlihat. Apa lagi setelah dibangunnya jembatan besi penghubung antara jembatan WFC dengan pelabuhan Lasdap.Â
Walaupun rekanan sudah melakukan perbaikan dengan menyulam bagian tapak jembatan yang tergantung dengan bahan coran, namun tetap saja pondasi jembatan atau tiang jembatan masih nampak miring. ‎
"Ya kalau mau di baikan seharusnya dari bawah (pondasi) buka dari atas, kan percuma. jika pemerintah tidak mengambil langkah cepat, maka peristiwa yang tidak diinginkan akan terjadi bahkan dapat merenggut korban jiwa, " tandasnya.Â
Sayangnya, hingga berita ini di terbitkan baik pihak rekanan maupun pihak DPU Tanjabbar belum dapat dimintai keterangan. (Sun)