JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Walau bukan musim kemarau, namun sudah hampir sebulan, warga Tanjung Tanah Kabupaten Kerinci harus menanggung kekeringan akibat ketidakjelasan aliran PDAM. Jika awalnya masih mengalir tengah malam sekitar 30 menit, namun makin parah, seminggu terakhir aliran air mati total. Bak - bak penampungan warga pun kering kerontong, melebihi situasi musim kemarau panjang tahun 2015 lalu.
Â
Nur, warga Simpang Empat Tanjung Tanah mengaku, ia harus mengambil wudhu pakai air galon karena bak di kamar mandinya kosong setelah hampir tujuh hari belakangan PDAM tidak mengalir sama sekali. “Untuk cuci piring dan pakaian, kami harus mengangkut air dari sumur tetangga yang jaraknya hampir 300 meter dari rumah, ini sangat menyiksa kami sebagai warga yang sedang menjalankan ibadah puasa, kalo sudah kepepet, kadang mandi pun terpaksa pakai air galon,†keluhnya.  Apalagi kebanyakan warga Tanjung Tanah tidak memiliki sumur di rumahnya karena mengandalkan aliran PDAM selama bertahun-tahun belakangan.Â
Â
Pantauan di lapangan, tak hanya mengandalkan air galon, banyak juga warga yang melakukan aktivitas mencuci piring dan pakaian di sungai-sungai kecil yang mengalir dari persawahan. Iwan, warga yang lain mengaku sangat menyesalkan situasi ini, ia mengkhawatirkan kesehatan warga dengan keadaan ini. “Jika semua aktivitas mencuci menggunakan air banda (parit), tentu tidak baik bagi kesehatan,†ujarnya lagi.Â
Â
Kepedulian pemerintah juga sangat diharapkan dengan situasi ini. “Kami mohon dengan sangat, pemerintah Kabupaten Kerinci tolong perhatikan situasi ini dan segera berikan kami  jalan keluar, karena air adalah hal penting dalam aktivitas keseharian, mau ibadah, mau masak, semua butuh air, kasihanilah kami semua,†ujar Nur penuh pengharapan sambil diamini oleh ibu-ibu tetangganya yang lain.  (dpc)