Illustrasi
JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL – Dua bulan belakangan, Provinsi Jambi dilanda kemarau. Kondisi ini membuat lahan dengan mudah terbakar, terlebih lagi dengan adanya faktor kesengajaan.
Dari data yang dihimpun jambiupdate.com, di Kabupaten Tanjab Barat ada sekitar 10 hektare kebun dan hutan produksi yang terbakar. Dengan rincian, 6 hektare kebun masyarakat, sisanya hutan produksi yang diduga masuk konsesi PT WKS.
Kepala Dinas Kehutanan Tanjab Barat, Ir H Erwin, menyatakan dalam sepakan terakhir ada dua lokasi hotspot (titik api) yang ditemukan Dishut Tanjabbar. Ini terpantau di Pinang Merah, Kecamatan Betara.
" Ya ada ditemukan dua hotspot, " kata Erwin, kepada jambiupdate.com, Minggu (12/7).
Hanya saja, Erwin tidak menyebutkan luas lahan yang terbakar di Pinang Merah. Pastinya, hotspot itu berada di Areal Pengguna Lainnya (APL).
"Tim Dalkarlahut sudah ke lokasi, berapa luasnya kita belum terima laporan," terangnya.
Sementara itu, 10 hektare lahan dan hutan yang terbakar di Kecamatan Pengabuan berhasil dipadamkan selama lima hari. "Sebelumnya berhasil dipadamkan," tutupnya.
(sun)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com