JAMBIUPDATE.COM, SUNGAIPENUH-Meski Kerinci dan Sungai Penuh mendapat dua mesin baru, namun menurut Menejer PLTD Koto Lolo, Zainal Harmi,  defisit listrik di Kerinci dan Sungai Penuh belum bisa diatasi.
Â
“Jumlah tersebut belum bisa menutupi defisit listrik yang terjadi saat ini,†ucapnya.
Â
Hal ini dikarenakan beban puncak pemakaian listrik di Kerinci dan Sungai Penuh saat ini mencapai 18 MW sedangkan daya mampu dari seluruh mesin pembangkit listrik di PLTD hanya 16,2 MW, sehingga terjadi defisit sebesar 2 MW. “Kita deficit 2 MW,†ujarnya.
Â
Bagian Pelayanan Administrasi PLN Rayon Sungai Penuh, Haris mengatakan, satu-satunya solusi mengatasi defisit listrik di Kerinci dan Sungai
Penuh saat ini adalah mengaktifkan interkoneksi dari Sumatera melalui Kabupaten Merangin. Namun upaya ini terkendala di Kota Sungai Penuh, karena beberapa masyarakat menolak keberadaan tower SUTT di daerah mereka. “Masih ada masyarakat yang menolak tower SUTT di Sungai Penuh,†jelasnya.Â
Â
(dik)