iklan Bupati Agam jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Gerindra Keberatan
Bupati Agam jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Gerindra Keberatan (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA- Polda Sumatera Barat menetapkan Bupati Agam, Indra Catri bersama Sekda Kabupaten Agam Martias Wanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan perbuatan tidak menyenangkan di media sosial.

Gerindra sebagai Partai yang mengusung Agam di Pilkada Sumatera Barat 2020 , mengaku keberatan dengan penetapan tersangka terhadap Agam.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade, menilai status tersebut dapat mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung

Ia mengatakan Indra Catri dipasangkan sebagai calon wakil gubernur mendampingi Nasrul Abit yang diusung Gerindra untuk maju di Pilgub Sumbar 2020.

“Hari ini, DPP Partai Gerindra sudah berkirim surat kepada Kapolri c/q Kabareskrim. Partai Gerindra menyatakan keberatan terhadap status tersangka yang ditetapkan kepada Indra Catri, karena Gerindra sudah secara resmi mengusung Indra Catri sebagai bakal calon, berpasangan dengan Nasrul Abit,” kata dia dikutip Antara, Rabu (12/8).

Andre mengatakan penetapan status tersangka terhadap Indra Catri memberi kesan adanya permainan politik dan pihaknya menyoroti kasus ini karena berkaitan dengan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, yang juga akan maju sebagai bakal calon Gubernur Sumbar.

“Kami minta institusi Polri tidak terlibat politik praktis dan netral serta menjaga pesta demokrasi ini, yang prosesnya sedang berlangsung,” kata dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara dan ditemukan sejumlah alat bukti serta saksi ahli dan labfor forensik siber Mabes Polri.

“Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Mulyadi selaku anggota DPR RI. Berkasnya sudah P-21serta dilakukan pendalaman dan gelar perkara di Mabes Polri,” katanya

Ia menjelaskan kasus ujaran kebencian tersebut berawal melalui sebuah akun facebook atas nama Mar Yanto yang mengunggah status yang dianggap sebagai sebuah ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Irwandi pada Mei 2020.

Polisi menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Kabag Umum Pemkab Agam berinisial Eri Syofiar, Robi dan Rozi. Kemudian Polda Sumbar menetapkan dua tersangka baru yakni Indra Catri dan Martias Wanto. (fin).


Sumber: WWW.FIN.CO.ID

Berita Terkait



add images